Kacang inca dengan nama latin Plukenetia volubilis atau dikenal dengan sebutan sacha inchi merupakan tanaman tahunan yang termasuk dalam famili Euphorbiaceae yang memiliki trikoma kecil yang terletak didaunnya. Kacang inca memiliki tekstur kulit yang keras dan berlapis serta berbentuk seperti bintang. Tanaman ini berasal dari sebagian besar kawasan tropika Amerika Selatan seperti Suriname, Venezuela, Bolivia, Colombia, Ekuador, Peru, dan barat laut Brazil serta beberapa kepulauan Windward di Carribean.
Penampakan penuh kacang sacha inchi

Sacha inchi sangat potensial untuk pakan ternak, terutama ampas (bungkil) bijinya setelah ekstraksi minyak, karena kaya protein dan nutrisi untuk ayam (meningkatkan omega-3 pada telur), ikan, ruminansia, dan bisa diolah menjadi konsentrat pakan. Daunnya dapat jadi pakan ayam, dan tanaman utuh dapat jadi peneduh, menjadikannya sumber pakan bernilai tambah tinggi dan efisien biaya bagi peternak.
Analisis Proksimat Bungkil Sacha Inchi
Analisis proksimat bungkil sacha inchi menunjukkan kandungan protein kasar yang sangat tinggi, antara 53%-57%, menjadikannya bahan pakan ternak yang potensial sebagai alternatif bungkil kedelai (SBM). Bungkil sacha inchi (sacha inchi meal) merupakan produk samping dari proses ekstraksi minyak biji sacha inchi dan lazim digunakan sebagai pakan ternak, terutama untuk unggas dan ikan. Komposisi nutrisinya yang kaya membuatnya bernilai tinggi.
- Protein Kasar, proteinnya sangat tinggi, mencapai 53-57%, menjadikannya sumber protein nabati yang sangat baik untuk pertumbuhan ternak.
- Serat Kasar, memiliki kandungan serat yang baik untuk pencernaan, meskipun nilai pastinya bervariasi tergantung metode pengolahan.
- Lemak, setelah proses ekstraksi minyak, kandungan lemak dalam bungkil relatif rendah, namun masih mengandung sisa asam lemak tak jenuh seperti Omega-3 dan Omega-6.
- Abu (Mineral), mengandung berbagai mineral yang penting bagi kesehatan ternak.
- Karbohidrat, kandungan karbohidrat total dihitung berdasarkan metode selisih setelah komponen lain dianalisis.
Tanaman sacha inchi menunjukkan beragam hasil secara kimiawi di berbagai bagiannya, yang masing-masing memiliki nilai gizi yang signifikan. Bijinya terdiri dari lipid (35-60%), yang mengandung asam lemak omega-3, omrga-6, dan omega-9. Biji mengandung protein (25-30%), termasuk asam amino esensial seperti sistein, tirosin, treonin, dan triptofan.
Biji sacha inchi mengandung vitamin E, polifenol, mineral, dan berbagai komponen lainnya (Wang et al., 2018). Biji Sacha inchi terdiri dari lapisan kulit biji (33-35%), yang meliputi sekam dan cangkang, dan inti biji oleaginous (65-67%), secara komersial sangat penting, ketika diolah menjadi minyak (Chirinos et al., 2016). Ekstraksi minyak sacha inchi menghasilkan produk sampingan, khususnya sekam dan cangkang. Menurut de Souza et al. (2013), cangkang menunjukkan konsentrasi alfa-tokoferol yang lebih besar dibandingkan dengan kernel biji, sementara tingkat asam lemak omega-6 dan omega-3 ditemukan setara pada kedua komponen tersebut. Cangkang sacha inchi memiliki sejumlah besar serat kasar (77,84%), sementara menunjukkan tingkat protein yang relatif lebih rendah (2,75%) dan lemak (0,39%) jika dibandingkan dengan bijinya (Benítez et al., 2018; Goyal et al., 2022). Menurut Kumar et al. (2014), daun sacha inchi mengandung terpenoid, saponin, dan senyawa fenolik, khususnya flavonoid.
Kacang sacha inchi sebagai sumber asam lemak tak jenuh, komposisi dominan Omega-3 (sekitar 40-50%), Omega-6 (sekitar 34-39%), dan Omega-9 (sekitar 6-10%), menciptakan rasio omega-6, omega-3 yang ideal untuk kesehatan jantung dan otak, serta kaya protein dan antioksidan. Sacha inchi merupakan bahan baku yang dapat digunakan untuk mendapatkan telur Omega pada ayam petelur dan merupakan bahan baku organik.
Pemanfaatan Sacha Inchi untuk Pakan Ternak
- Ampas/Bungkil Sacha Inchi, sebagai sumber protein tinggi: Ampas sacha inchi kaya protein, serat, dan asam amino esensial.
- Pakan Unggas ayam pedaging maupun petelur, meningkatkan kandungan Omega-3 pada telur ayam.
- Pakan Ikan, kandungan nutrisinya bermanfaat untuk pertumbuhan ikan.
- Pakan Ternak Lain, dapat digunakan untuk ternak ruminansia (sapi, kambing).
Pemanfaatan Sacha Inchi untuk Pakan Kambing
Pemanfaatan kacang sacha inchi untuk mencapai pertumbuhan yang optimal peternakan kambing. Contoh formulasi konsentrat pakan dengan memanfaatkan cangkang sacha inchi ditunjukkan pada Tabel

Inovasi Baru Dikembangkan menjadi Konsentrat Pakan Ternak
- Daun Sacha Inchi, dapat dimakan langsung ayam.
- Tanaman Sacha Inchi (Keseluruhan), berfungsi sebagai peneduh kandang, mengurangi panas, dan memperbaiki lingkungan ternak.
Keuntungan untuk Peternak
- Menurunkan Biaya Pakan, dengan mengurangi ketergantungan pada pakan komersial.
- Peningkatan Nilai Produk Telur. Telur ayam dengan kandungan Omega-3 lebih tinggi.
- Produk Bernilai Tambah, limbah dapat jadi produk pakan, tanaman peneduh, dan bijinya punya nilai jual tinggi (minyak/camilan).
Kandungan Asam Amino Sacha Inchi

Pemanfaatan bungkil sacha inchi dalam pakan ternak memiliki beberapa keunggulan :
- Sumber Protein Alternatif, potensial digunakan sebagai pengganti parsial atau penuh bungkil kedelai (SBM) dalam formulasi pakan, terutama untuk ikan dan ayam pedaging.
- Kandungan Asam Amino Lengkap. Sacha inchi mengandung kesembilan asam amino esensial, menjadikannya sumber protein lengkap yang mudah diserap.
- Meningkatkan Pertumbuhan Ternak. Berbagai penelitian menunjukkan penambahan tepung kacang sacha inchi pada pakan dapat memengaruhi performa pertumbuhan dan parameter kesehatan ternak (misalnya bobot karkas ayam broiler).
KESIMPULAN
Sacha inchi menawarkan solusi pakan ternak yang inovatif dan menguntungkan, mengubah limbah jadi nutrisi berharga, sehingga mendukung keberlanjutan peternakan. Sacha inchi juga mengandung nilai nutrisi yang tinggi yang dapat menggantikan bungkil kedelai sepenuhnya, dengan kandungan Omega-3, Omega-6, dan Omega-9 yang tinggi. Penambahan sacha inchi dapat meningkatkan performa ternak dan kualitas produk ternak.







