Koksidiosis adalah penyakit dengan gejala kotoran berdarah. Jangan sampai menganggapnya ringan dan membiarkan parasit penyebab penyakit berkembang biak. Seluruh ayam dapat terinfeksi dan mati sia-sia dan sangat merugikan. Penanganan dini untuk mencegah dan mengatasi penyakit koksidiosis pada ayam sangat diperlukan.
Penyebab penyakit koksidiosis adalah protozoa dari keluarga Eimeriidae. Nama protozoa yang menyebabkan koksidiosis yaitu Eimeria tenella. Organ yang menjadi sasaran parasit ini yaitu usus ayam. Parasit menempel pada lapisan usus dan menghalangi kinerja usus dalam menyerap nutrisi. Akibatnya defisiensi nutrisi, sehingga ayam tidak mampu bertahan hidup. Serangan parasit ini menyebabkan kerusakan organ lain, sehingga ayam mengeluarkan kotoran berdarah.
Ayam yang terinfeksi harus dipisahkan dari ayam yang sehat. Kotoran ayam yang terinfeksi mengandung telur-telur parasit masuk ke sistem pencernaan ayam jika tertelan ayam. Siklus ini akan terus berulang apabila tidak cepat-cepat mengobatinya. Penyakit ini tergolong mudah untuk diobati, sehingga masih ada peluang untuk menyelamatkan ayam dalam kandang.
Penyebab Koksidiosis Pada Ayam
Ada 7 jenis Eimeria yang menyerang unggas, salah satunya adalah Eimeria tenella yang sering menyerang ayam. Dengan kondisi lingkungan yang mendukung, parasit ini mampu berkembang biak di dalam maupun luar tubuh ayam. Parasit masuk ke dalam pencernaan ayam, parasit merusak organ seperti caecum dan usus halus. Penyakit ini membuat kotoran yang dikeluarkan ayam yang terinfeksi menjadi berbeda. Pada sejumlah kasus, ayam mengeluarkan kotoran berdarah akibat serangan parasit Eimeria tenella.
Gejala Koksidiosis Pada Ayam
Gejala awal dari penyakit koksidiosis, semakin cepat diidentifikasi, semakin banyak ayam yang dapat diselamatkan. Sejumlah spesies Eimeria tidak menunjukkan gejala yang signifikan, sedangkan spesies-spesies lainnya mempunyai ciri-ciri yang khas. Gejala-gejala koksidiosis apabila segera lakukan pengobatan penyakit dengan tepat, ayam dapat disembuhkan. Gejala-gejala koksidiosis pada ayam yaitu :
1. Kotoran berdarah.
2. Mengalami diare.
3. Nafsu makan ayam menurun.
4. Ayam terlihat lesu.
5. Bulu ayam tegak berdiri atau terlihat acak-acakan.
6. Berat badan ayam broiler menurun drastis.
7. Kemampuan bertelur ayam petelur berkurang.
Proses Penularan Koksidiosis
Kandang ayam yang jarang diperhatikan kebersihannya adalah tempat yang optimal untuk perkembangbiakan parasit Eimeria. Ayam yang terinfeksi mengeluarkan kotoran yang mengandung ookista. Ookista berada dalam fase infektif. Apabila kotoran terkontaminasi sumber air dan pakan, ayam sehat pun ikut tertular penyakit koksidiosis. Penyebaran melalui pakan dan air minum dapat berlangsung pesat, apalagi mempunyai jumlah ayam banyak populasinya.
Penanganan Dan Obat Koksidiosis
Melakukan penanganan lebih awal sangat memungkinkan untuk menghentikan penyebaran parasit Eimeria. Penanganan penyakit koksidiosis tergolong mudah dan terjangkau. Apabila terdapat gejala koksidiosis pada ayam, segera terapkan beberapa metode pencegahan sebagai berikut :
1. Memberikan Vaksin
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa vaksin mampu menurunkan risiko penyakit koksidiosis hingga 60% pada ayam petelur dan broiler. Vaksin sangat mudah untuk mendapatkannya di pasaran dengan mudah. Vaksin penyakit koksidiosis dijual dalam dua bentuk, yaitu vaksin aktif dan rekombinan. Memberikan vaksin rekombinan melalui pakan atau air minum, semprotan, atau gel. Vaksin mampu memerangi risiko perkembangbiakan ookista oleh Eimeria dan memperkokoh usus ayam. Penggunaan vaksin tidak dapat digunakan bersama dengan obat koksidiostat untuk menjaga efektivitasnya.
2. Perhatikan Kondisi dan Kebersihan Kandang
Memperhatikan bagaimana kondisi kandang ayam apabila tidak ingin penyakit menyerang ayam. Memastikan suhu kandang berada pada yang tepat. Kandang yang terlalu panas dapat membuat ayam stres, begitu juga dengan kandang yang terlalu dingin. Ayam yang stres rentan terinfeksi berbagai macam penyakit. Selain itu, ookista sangat menyukai kandang yang kondisinya lembab. Eimeria dapat berkembangbiak dengan pesat. Mengatur banyak jumlah populasi ayam per kandang. Kepadatan yang tinggi mempercepat penularan penyakit dan ayam rentan stres berada di tempat yang terlalu ramai. Terakhir, kebersihkan kandang dari feses, jangan membiarkan feses yang mengandung ookista menumpuk di kandang mengkontaminasi sumber air minum dan pakan ayam.
3. Meningkatkan Imunitas Ayam
Koksidiosis pada ayam dapat diminimalisasi dengan meningkatkan imunitas ayam dengan memberikan probiotik and prebiotik pada ayam. Probiotik adalah bakteri hidup yang mempunyai peran positif terhadap kesehatan. Sedangkan prebiotik adalah senyawa yang dikonsumsi oleh probiotik supaya kinerjanya semakin maksimal dalam memerangi bakteri atau parasit jahat dari saluran pencernaan ayam. Keduanya mampu meningkatkan fungsi pencernaan, melindungi lapisan saluran cerna, sehingga menghambat pertumbuhan patogen. Pemanfaatan probiotik dan prebiotik sudah terbukti efektif dalam menjaga kesehatan ayam. Ayam yang sehat mempunyai pelindung mukosa pada organ-organ pencernaan, sehingga sulit bagi parasit seperti Eimeria untuk menyerangnya.
4. Pemberian Obat Koksidiostat
Penanganan lainnya adalah pemberian obat koksidiostat. Dosis penggunaan koksidiostat berdasarkan resep dokter hewan. Koksidiostat berperan untuk menghambat pertumbuhan Eimeria. Penggunaan koksidiostat harus sesuai dengan anjuran dokter hewan. Ayam dapat resisten terhadap pengobatan apabila menggunakan obat koksidiostat dengan tidak benar. Jenis-jenis dari koksidiostat di antaranya adalah chemikal (diclazuril, amprolium dan toltrazuril) dan ionofor (salinomisin, maduramisin, narasin, monensin dan lain sebagainya).
5. Terapi Antioksidan
Terapi menggunakan antioksidan sebagai penanganan efektif terhadap ayam-ayam yang terlanjur terinfeksi parasit tersebut. Golongan antioksidan tersebut terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya toltrazuril, sulfonamide dan thiamine antagonist. Masing-masing mempunyai prinsip kerja yang berbeda. Sebagai contoh, obat sulfonamide bekerja menghancurkan siklus Eimeria saat di fase aseksual. Pemberian terapi antioksidan dilakukan berdasarkan anjuran dokter hewan. Obat antioksidan tidak dapat dikonsumsi bersama dengan asam amino atau vitamin B. Vitamin B adalah substrat yang membuat pertumbuhan Eimeria semakin subur dan pesat. Akibatnya efektivitas obat antioksidan tidak bekerja secara maksimal. Jangan memberikan terapi antioksidan pada ayam yang mengalami gangguan ginjal, kesehatan ayam semakin terancam, karena membebani kinerja ginjal. Cara yang paling aman adalah berkonsultasi dengan dokter hewan terlebih dahulu.
Pencegahan Koksidiosis Pada Ayam
Koksidiosis pada ayam merupakan penyakit parasitik yang menyebabkan kerugian ekonomi signifikan bagi peternak. Pencegahan menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan ayam dan meningkatkan produktivitas peternakan. Pencegahan koksidiosis di kandang dapat melakukan :
1. Sanitasi Kandang yang Ketat
· Menjaga kebersihan kandang secara menyeluruh dan rutin.
· Membersihkan kotoran ayam dan sisa pakan setiap hari.
· Mengganti litter secara berkala (minimal 2 minggu sekali).
· Mencuci dan mendesinfeksi kandang secara teratur.
· Mengontrol populasi tikus dan serangga yang dapat membawa parasit.
2. Pengelolaan Air Minum
· Menyediakan air minum yang bersih dan segar setiap saat.
· Menggunakan sistem peminum yang ideal, seperti nipple drinker, untuk meminimalisir kontaminasi.
· Membersihkan dan mendesinfeksi sistem peminum secara rutin.
3. Pakan Berkualitas
· Memberikan pakan yang berkualitas dan bergizi untuk meningkatkan daya tahan ayam.
· Memastikan pakan disimpan di tempat yang kering dan terhindar dari kontaminasi.
· Menggunakan pakan yang mengandung antioksidan (coccidiostat) sesuai anjuran dokter hewan.
4. Manajemen Biosecurity
· Membatasi pergerakan orang dan hewan di area peternakan.
· Menggunakan alas kaki khusus saat memasuki kandang.
· Melakukan karantina untuk ayam baru sebelum dimasukkan ke kandang utama.
· Mencuci dan mendesinfeksi peralatan peternakan secara rutin.
5. Pengobatan Pencegahan (Prophylaxis)
· Memberikan obat antioksidan secara berkala kepada ayam, terutama pada periode yang rentan.
· Mengkonsultasikan dengan dokter hewan untuk menentukan jenis obat dan dosis yang tepat.
· Melakukan pemantauan kesehatan ayam secara rutin untuk mendeteksi tanda-tanda penyakit.
KESIMPULAN
Koksidiosis adalah parasit yang menyerang usus pada unggas, salah satunya ayam. Parasit menempel pada lapisan usus dan membuat unggas susah menyerap nutrisi. Rutin dalam mengecek kandang untuk memastikan ayam tidak mengalami gejala-gejala penyakit koksidiosis. Memilih bibit ayam pilihan atau unggulan. Ayam tersebut harus mempunyai imunitas tinggi terhadap berbagai macam penyakit dan produktivitas yang maksimal. Parasit seperti Eimeria sulit menyerang DOC unggulan.







