{"id":742,"date":"2021-12-28T22:12:08","date_gmt":"2021-12-28T15:12:08","guid":{"rendered":"https:\/\/fenanza.id\/?p=742"},"modified":"2021-12-28T22:13:51","modified_gmt":"2021-12-28T15:13:51","slug":"optimalisasi-peforma-fisik-pakan-selama-proses-pelleting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/optimalisasi-peforma-fisik-pakan-selama-proses-pelleting\/","title":{"rendered":"Optimalisasi Peforma Fisik Pakan Selama Proses Pelleting"},"content":{"rendered":"<style><\/style>\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"742\" class=\"elementor elementor-742\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-9cd9b96 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"9cd9b96\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-b877bcf\" data-id=\"b877bcf\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-a7a98bd elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"a7a98bd\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><strong>Pertanyaan :<\/strong><\/p><p>Kami dari divisi produksi satu pabrik pakan udang di Jawa Barat yang saat ini sedang menghadapi permasalahan pada proses pembuatan pakan udang yaitu seringnya terjadi bahan pakan\u00a0<em>jump<\/em>\/<em>slip<\/em>\u00a0(tidak lancar\/tersendat) di dalam mesin pelet, akibatnya proses menjadi lambat (kapasitas rendah), bahan sulit keluar\u00a0<em>die<\/em>\u00a0dan setelah keluar dari\u00a0<em>die<\/em>\u00a0kadar air pakan sangat rendah dan begitu juga dengan densitas pakan rendah. Rendahnya densitas pakan mengakibatkan pakan sulit tenggelam dengan cepat di dalam air (pakan cenderung mengambang). Dampak pakan mengambang ini sangat serius karena berpengaruh terhadap penerimaan pakan di lapangan. Pada saat terjadinya\u00a0<em>jump<\/em>\/<em>slip<\/em>\u00a0kami lakukan\u00a0<em>treatment<\/em>\u00a0dengan penambahan minyak sebagai pelumas akan tetapi hasil pakan menjadi banyak yang patah\/rapuh dan pakan mudah luruh di air. Terhadap permasalahan yang kami hadapi ini, adakah solusi yang tepat yang bisa kami terapkan dalam mengatasinya? Terimakasih<\/p><p>(<strong>Bapak Arif \u2013 Jawa Barat)<\/strong><\/p><p><strong>Jawaban :<\/strong><\/p><p>Dear Bapak Arif,<\/p><p>Sebelumnya kami mengucapkan terimakasih atas pertanyaan yang bapak sampaikan kepada kami. Sebagaimana kita ketahui bahwa kelancaran suatu proses\u00a0<em>pelleting<\/em>\u00a0pakan sangat menentukan peforma fisik pakan yang dihasilkan. Diantaranya terjaganya kadar air pakan (pakan tidak terlalu kering), kepadatan pelet yang optimal sehingga densitas pakan relatif tinggi yang memudahkan pelet cepat tenggelam di dalam air.\u00a0\u00a0Serta tekstur pakan yang kompak, tidak mudah luruh di dalam air dan\u00a0<em>water stability<\/em>\u00a0pakan\u00a0\u00a0yang terjaga.<\/p><p>Beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebagai faktor penyebab terhambatnya proses\u00a0<em>pelleting<\/em>,<em>\u00a0<\/em>yaitu (1.) pemakaian bahan baku berkadar serat kasar yang tinggi, (2.) kurangnya bahan bersifat\u00a0<em>lubricant<\/em>, (3.) pemakaian\u00a0<em>pelleting binder<\/em>\u00a0bersifat mengeraskan, (4.) proses gelatinasi kurang optimal karena kualitas\u00a0<em>steam\u00a0<\/em>kurang baik (terjadi kondensasi) dan atau pemakaian bahan sumber pati yang kurang, serta (5.)\u00a0<em>setting<\/em>\u00a0kompresi jarak\u00a0<em>roller\u00a0<\/em>dengan\u00a0<em>die<\/em>\u00a0yang kurang presisi.<\/p><p>Penambahan sumber pati yang cukup sebagai bahan utama untuk proses gelatinasi dalam hal ini menjadi sangat penting.\u00a0\u00a0Selain itu, gelatinasi yang baik memerlukan pemakaian\u00a0<em>steam<\/em>\u00a0jenuh dengan kontrol suhu sekitar 90\u00b0<sup>\u00a0<\/sup>C dan retensi waktu pemanasan yang cukup untuk terjadinya gelatinasi (sistem\u00a0<em>conditioner<\/em>). Apabila proses gelatinasi tidak optimal ditambah kurangnya lubrikasi maka adonan bahan tidak kalis\/pulen, akibatnya bahan lama berputar-putar di\u00a0<em>roller<\/em>, sulit keluar dari\u00a0<em>die<\/em>\u00a0sehingga paparan suhu panas lebih lama kontak dengan bahan. Ketika pakan keluar\u00a0<em>die<\/em>\u00a0terjadi pelepasan kelembaban bahan dan energi panas secara spontan\/cepat sebagai respon penyesuaian tekanan dengan udara luar, inilah yang menyebabkan pakan menjadi sangat kering. Penambahan minyak sebagai pelumas memang menjadi salah satu cara yang biasa dilakukan untuk memperlancar lubrikasi\u00a0<em>pelleting<\/em>, akan tetapi penambahan berlebih dapat mengurangi friksi antara roller \u2013 bahan \u2013\u00a0<em>die<\/em>\u00a0akibatnya kompresi\/tekanan pencetakan menjadi turun sehingga tekstur pakan menjadi remah dan rapuh yang mana hal ini dapat berakibat pada densitas pakan menjadi rendah. Densitas pakan yang rendah inilah yang menyebabkan pakan cenderung mengambang di air.<\/p><p>Fenanza sebagai distributor produsen\u00a0<em>natural<\/em>\u00a0<em>pelleting binder<\/em>\u00a0Borregaard Norway memberikan solusi efektif dengan menyediakan produk\u00a0<em>lubricant<\/em>\u00a0alami dari ekstrak\u00a0<em>soft wood,\u00a0<\/em>yaitu\u00a0<strong>PELLTECH<\/strong>\u00a0yang dirancang dengan formula khusus, sehingga bersifat\u00a0<strong><em>lubricant<\/em><\/strong>\u00a0tetapi tetap menjaga kualitas\u00a0<strong><em>durability pellet<\/em><\/strong><em>\u00a0<\/em>yang nantinya\u00a0\u00a0dapat meningkatkan\u00a0<em>water stability (WS)<\/em>\u00a0pakan ketika berada di dalam air.<\/p><p><strong>PELLTECH\u00a0<\/strong>terutama digunakan pada pakan yang menggunakan bahan baku berserat tinggi yang sulit keluar dari\u00a0<em>die.<\/em>\u00a0<strong>PELLTECH<\/strong>\u00a0berfungsi untuk memperlancar bahan keluar dari\u00a0<em>die<\/em>\u00a0sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi paparan panas berlebih terhadap bahan.\u00a0\u00a0<strong>PELLTECH<\/strong>\u00a0sebagai agen<em>\u00a0<\/em>protektor dapat meminimalisir penurunan nilai nutrisi pakan seperti asam amino, asam lemak, dan vitamin agar tidak mengalami kerusakan akibat paparan panas yang berlebih (<em>intens<\/em>).\u00a0\u00a0Selain itu penambahan\u00a0<strong>PELLTECH<\/strong>\u00a0juga dapat meningkatkan kepadatan bahan keluar\u00a0<em>die<\/em>, sehingga densitas pakan menjadi tinggi, yang berdampak pada cepatnya pakan tenggelam di dalam air. Dengan demikian permasalahan pakan mengambang dapat teratasi. Penggunanaan\u00a0<strong>PELLTECH<\/strong>\u00a0dalam jangka panjang akan bisa memberi keuntungan yaitu bisa memperpanjang masa\/<em>lifetime\u00a0<\/em>dari\u00a0<em>die<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>roller<\/em>\u00a0karena efek dari lubrikasinya. Adapun aplikasinya sangat mudah karena berbentuk\u00a0<em>powder<\/em>\u00a0yang dapat langsung dicampurkan kedalam\u00a0<em>mixer<\/em>\u00a0dengan dosis yang dianjurkan kisaran 2.5 \u2013 10.0 kg\/ton tergantung bahan baku pakan yang digunakan.\u00a0\u00a0Oleh sebab itu, untuk pemakaian\u00a0<strong>PELLTECH<\/strong>\u00a0secara teknikal, lebih lanjut dapat menghubungi Tim Fenanza di lapangan. Salam. (D)<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertanyaan : Kami dari divisi produksi satu pabrik pakan udang di Jawa Barat yang saat ini sedang menghadapi permasalahan pada proses pembuatan pakan udang yaitu seringnya terjadi bahan pakan\u00a0jump\/slip\u00a0(tidak lancar\/tersendat) di dalam mesin pelet, akibatnya proses menjadi lambat (kapasitas rendah), bahan sulit keluar\u00a0die\u00a0dan setelah keluar dari\u00a0die\u00a0kadar air pakan sangat rendah dan begitu juga dengan densitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":755,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-742","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-dialog"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/742","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=742"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/742\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/755"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=742"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=742"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=742"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}