{"id":4212,"date":"2024-07-25T13:54:55","date_gmt":"2024-07-25T06:54:55","guid":{"rendered":"https:\/\/fenanza.id\/?p=4212"},"modified":"2024-07-25T14:14:56","modified_gmt":"2024-07-25T07:14:56","slug":"mencegah-penyakit-udang-dengan-asam-organik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/mencegah-penyakit-udang-dengan-asam-organik\/","title":{"rendered":"Mencegah Penyakit Udang dengan  Asam Organik"},"content":{"rendered":"<style>.elementor-4212 .elementor-element.elementor-element-a7a98bd{width:var( --container-widget-width, 99.64% );max-width:99.64%;--container-widget-width:99.64%;--container-widget-flex-grow:0;column-gap:0px;text-align:justify;}<\/style>\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"4212\" class=\"elementor elementor-4212\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-9cd9b96 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"9cd9b96\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-b877bcf\" data-id=\"b877bcf\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-a7a98bd elementor-widget__width-initial elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"a7a98bd\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">Wabah penyakit di industri budidaya udang telah menyebabkan kerugian ekonomi yang besar di seluruh dunia dan, khususnya, \u201csindrom kematian dini\u201d (EMS) \u00a0atau yang lebih dikenal dengan AHPND (Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease) yang disebabkan oleh plasmid pada bakteri Vibrio merupakan ancaman yang semakin besar. Selain menurunkan kekebalan tubuh, EMS menyebabkan kerusakan hepatopankreas yang parah pada udang, yang secara bertahap menyebabkan kematian massal. Selain itu, dengan semakin ketatnya atau bahkan dilarangnya penggunaan antibiotik, hal ini akan menyebabkan petambak udang mempunyai lebih sedikit pilihan untuk melindungi udang mereka dari penyakit yang disebabkan oleh bakteri.<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">\u00a0<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><b><span style=\"font-size: 14.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">Asam organik dalam pakan udang<\/span><\/b><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">Hasil penelitian dari <b>Romano, N et al. (2015) dengan <i>title<\/i> : Campuran asam organik mikroenkapsulasi meningkatkan pertumbuhan, pemanfaatan fosfor, respon imun, integritas hepatopankreatik dan ketahanan terhadap Vibrio harveyi pada udang putih, Litopenaeus vannamei. Budidaya Perairan 435, 228-236<\/b>, adalah sebagai berikut :<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">\u00a0<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">\u201dSebagai tanggapan, para peneliti tersebut telah menyelidiki alternatif makanan ramah lingkungan yang potensial. Salah satu alternatif potensial adalah asam organik, yang \u201cSecara Umum Dianggap Aman,\u201d dan telah digunakan selama beberapa dekade dengan keberhasilan sebagai pemacu pertumbuhan dan antimikroba dalam industri pakan ternak darat. Namun, belum banyak yang diketahui mengenai efektivitasnya terhadap produktivitas budidaya udang.<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">\u00a0<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">Kelompok peneliti di laboratorium terkontrol dimana udang putih Pasifik (Litopenaeus vannamei) diberi pakan dengan tingkat diet berbeda dari prototipe campuran asam organik mikroenkapsulasi (OAB) pada 0 (kontrol), 1, 2 atau 4 persen dan mengevaluasi pertumbuhannya. kinerja, aktivitas fenoloksidase (PO) dan histopatologi hepatopankreas setelah 50 hari. Efisiensi pemanfaatan bahan kering dan fosfor juga ditentukan. Pada akhir percobaan pemberian pakan, udang ditantang dengan Vibrio harveyi yang patogen dan kelangsungan hidup mereka dipantau bersama dengan perubahan terkait pada imunitas dan histopatologi hepatopankreatik.<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">\u00a0<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">Berbagai asam organik telah disaring sebelumnya, baik secara terpisah maupun dalam kombinasi, untuk mengetahui aktivitas antagonis dan sinergisnya terhadap bakteri pathogen Vibrio sp. untuk memformulasikan campuran yang optimal. Hal ini diikuti oleh studi percontohan selama dua bulan pada udang vanname untuk mempersempit tingkat OAB makanan yang paling tepat. OAB kemudian dimikroenkapsulasi untuk meminimalkan pencucian atau peluruhan di air, yang khususnya penting bagi udang yang makannya relatif lambat dan merusak makanan mereka saat makan.<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">\u00a0<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">OAB yang sesuai dikembangkan dimana empat asam organik (<b>asam format, laktat, malat dan sitrat<\/b>) dilapisi dalam matriks lipid khusus menggunakan teknologi pendingin semprot sentrifugal berkecepatan tinggi yang menghasilkan mikro-kapsul kurang dari 250 mikron. Produk akhir berupa bubuk halus yang mengalir bebas, tidak korosif dan tahan terhadap pencucian air dari asam organik larut. Yang lebih penting lagi, proses enkapsulasi harus memungkinkan pelepasan asam organik secara lebih lambat di seluruh usus udang untuk mendapatkan efektivitas yang optimal.<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">\u00a0<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">OAB ditambahkan ke pakan praktis udang sebesar 0 (kontrol), 1, 2 atau 4 persen. Bungkil kedelai dan minyak hati cumi masing-masing merupakan sumber protein dan lipid utama.<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">\u00a0<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><b><span style=\"font-size: 14.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">Uji coba pemberian pakan udang<\/span><\/b><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">Kelompok rangkap tiga (tiga ulangan) udang diberi makan makanan percobaan masing-masing tiga kali sehari sampai kenyang dalam sistem resirkulasi tertutup selama 50 hari dan kemudian diukur pertumbuhan, aktivitas PO, dan histopatologi hepatopankreas udang. Dalam percobaan terpisah, udang diukur kecernaan bahan kering dan fosfor (P) dan kemudian ditantang dengan V. harveyi selama 10 hari, diikuti dengan mengukur kelangsungan hidup selanjutnya, aktivitas PO dan histopatologi hepatopankreas.<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">\u00a0<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">Pertumbuhan, kelangsungan hidup dan pemanfaatan P meningkat pada semua perlakuan OAB, dengan OAB 2 persen memberikan hasil terbaik (pertumbuhan dan pemanfaatan P secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kontrol), sedangkan aktivitas PO tidak terpengaruh. <b>Resistensi udang terhadap V. harveyi patogen ketika diberi pakan OAB meningkat secara signifikan<\/b> serta aktivitas PO, sedangkan hepatopankreas menunjukkan kerusakan histopatologis yang jauh lebih sedikit.<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">\u00a0<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><b><span style=\"font-size: 14.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">Hasil penelitian ; khasiat asam organik makanan pada udang<\/span><\/b><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">Efektivitas OAB makanan yang diuji sebagai <b>pemacu pertumbuhan<\/b> kemungkinan besar disebabkan oleh <b>peningkatan pemanfaatan nutrisi<\/b>, yang juga didukung dengan mengamati lebih banyak sel penyimpanan lipid di hepatopankreas. Secara khusus, pemanfaatan P (phosphor) ditingkatkan secara signifikan, yang mungkin berimplikasi pada pengurangan pembuangan P yang berlebihan dan berbahaya bagi lingkungan perairan sekitar. Sementara itu, meskipun asupan pakan tidak diukur secara langsung, secara rutin diamati bahwa pakan udang yang diberi pakan yang dilengkapi dengan asam organik <b>lebih aktif<\/b> pada saat pemberian pakan. Beberapa asam organik, seperti propionat dan butirat, baru-baru ini dilaporkan bertindak sebagai penarik (<b>atraktan<\/b>) pakan bagi udang vanname, meskipun asam ini tidak ada dalam formulasi OAB yang diuji.<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">\u00a0<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><b>Penelitian ini menunjukkan sifat asam organik yang meningkatkan kekebalan dan melindungi hepatopankreatik<\/b><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">. Udang yang diberi pakan dengan perlakuan OAB memiliki aktivitas PO yang jauh lebih tinggi dan kerusakan hepatopankreas yang lebih sedikit, yang kemungkinan menjelaskan kelangsungan hidup mereka yang lebih tinggi selama tantangan V. harveyi. Vibriosis menyebabkan kematian udang dengan menurunkan imunitas dan menyebabkan kerusakan hepatopankretik.<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">\u00a0<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><b><span style=\"font-size: 14.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">Kesimpulan<\/span><\/b><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\">\u00a0<\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;\"><span style=\"font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Calibri; mso-bidi-theme-font: minor-latin;\">Penggunaan asam organi yang dievaluasi dalam penelitian ini atau asam organik lain atau garamnya dalam kombinasi atau tunggal, mungkin merupakan <b>aditif pakan fungsional yang bermanfaat bagi industri budidaya udang laut<\/b>. Uji coba pemberian pakan lebih lanjut termasuk uji coba berbasis peternakan saat ini sedang dilakukan untuk mengkonfirmasi lebih lanjut dampak menguntungkan dari asam organik dalam pakan udang.<\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wabah penyakit di industri budidaya udang telah menyebabkan kerugian ekonomi yang besar di seluruh dunia dan, khususnya, \u201csindrom kematian dini\u201d (EMS) \u00a0atau yang lebih dikenal dengan AHPND (Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease) yang disebabkan oleh plasmid pada bakteri Vibrio merupakan ancaman yang semakin besar. Selain menurunkan kekebalan tubuh, EMS menyebabkan kerusakan hepatopankreas yang parah pada udang, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4214,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-4212","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4212","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4212"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4212\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4217,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4212\/revisions\/4217"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4214"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4212"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4212"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4212"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}