{"id":417,"date":"2021-12-27T12:04:12","date_gmt":"2021-12-27T12:04:12","guid":{"rendered":"https:\/\/fenanza.id\/?p=417"},"modified":"2021-12-27T12:08:32","modified_gmt":"2021-12-27T12:08:32","slug":"lagi-fenanza-raih-juara-sebagai-the-1st-best-stand-performance-indo-livestock-2019","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/lagi-fenanza-raih-juara-sebagai-the-1st-best-stand-performance-indo-livestock-2019\/","title":{"rendered":"Lagi! Fenanza Raih Juara sebagai The 1st Best Stand Performance Indo Livestock 2019"},"content":{"rendered":"<style><\/style>\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"417\" class=\"elementor elementor-417\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-9cd9b96 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"9cd9b96\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-b877bcf\" data-id=\"b877bcf\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-a7a98bd elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"a7a98bd\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Memasuki arena pameran Indolivestock 2019 Expo &amp; Forum di Grand City Convex, Surabaya (3-5\/7\/2019) pengunjung langsung disapa oleh stan PT.\u00a0Fenanza Putra Perkasa (Fenanza)\u00a0yang\u00a0<em>eye catching<\/em>. Setiap penyelenggaraan Indolivestock di Surabaya, Fenanza selalu memilih lokasi paling depan. Posisi ini tentunya sangat strategis, sehingga stan ini selalu ramai dipadati pengunjung.<\/p><p>Walaupun pengunjung terus berdatangan ke stan ini, tim Fenanza selalu siap dan sigap menjawab setiap pertanyaan, seakan tidak pernah lelah semua tim saling\u00a0<em>support<\/em>\u00a0satu sama lain.\u00a0\u00a0Hal inilah yang menjadi salah satu kekuatan Fenanza, yaitu jiwa kekeluargaan dan rasa memiliki yang tinggi pada perusahaan. Tak heran, perusahaan ini langganan memperoleh\u00a0<em>award\u00a0<\/em>dari panitia pameran. Tahun ini\u00a0adalah ketiga kalinya\u00a0Fenanza \u00a0keluar sebagai pemenang kategori\u00a0<em>The\u00a0Best\u00a0Stand\u00a0Performance Award.\u00a0\u00a0<\/em>Hal ini membuktikan tim Fenanza\u00a0memang\u00a0\u00a0selalu serius\u00a0dan fokus dalam mempersiapkan\u00a0pameran.<\/p><p>Jika dilihat dari lamanya usaha,\u00a0Fenanza memang masih tergolong\u00a0relatif\u00a0baru di industri nutrisi dan kesehatan hewan ternak. Fenanza didirikan pada tahun 2012 (CV. Fenanza Putra) dan tahun 2016 (PT. Fenanza Putra Perkasa), tapi gaungnya sudah kemana-mana\u00a0baik di sektor\u00a0<em>feed mill<\/em>\u00a0maupun di kalangan peternak khususnya\u00a0<em>self-mixing<\/em>. Bahkan tahun ini, Fenanza akan\u00a0melakukan terobosan baru dengan\u00a0melakukan ekspor perdana produk premiksnya ke Vietnam\u00a0dan Myanmar.<\/p><p>Isra Noor, Presiden dan CEO\u00a0Fenanza\u00a0menyatakan bahwa sebagai suatu perusahaan\u00a0lokal\u00a0yang sedang berkembang,\u00a0\u00a0Fenanza berani menantang arus terutama\u00a0di era globalisasi ini untuk meningkatkan posisinya sebagai salah satu perusahan lokal berwawasan international yang sedang melakukan penetrasi pasar. Tentunya dalam langkah dan pengembangannya akan selalu diselaraskan dengan kemampuan internal perusahan\u00a0serta mempertimbangkan lingkungan\u00a0kompetisi maupun\u00a0<em>opportunity<\/em>\u00a0di lapangan.\u00a0\u00a0Apalagi dengan adanya\u00a0gempuran investor asing pada sektor premiks\u00a0di Indonesia,\u00a0namun Fenanza\u00a0tetap bersikukuh untuk melakukan yang lebih baik dan profesional agar bisa mendaptkan hasil yang lebih baik.<\/p><p>\u201cKualitas premiks Fenanza bisa diadu dengan produk impor atapun perusahan sejenis yang telah terlebih dahulu memiliki\u00a0pangsa\u00a0pasar di Indonesia, karena bahan baku yang digunakan\u00a0oleh Fenanza\u00a0berkualitas dan\u00a0terstandar dengan baik yang\u00a0berasal dari\u00a0para\u00a0<em>supplier<\/em>\u00a0terpercaya\u00a0dan terkemuka\u00a0\u00a0di bidangnya. Selain itu,\u00a0sejak tahun 2018\u00a0Fenanza telah menggunakan konsep\u00a0<em>traceability\u00a0<\/em>atau\u00a0konsep\u00a0dapat ditelusuri\u00a0dengan baik kualitas setiap produk yang dihasilkannya, artinya\u00a0jika terjadi komplain dari\u00a0<em>customer,\u00a0<\/em>maka akan mudah ditelusuri sumber permasalahannya. Hal ini sangat membantu\u00a0<em>customer<\/em>\u00a0\u00a0dalam menentukan langkah selanjutnya.\u00a0\u00a0Satu hal yang pasti bahwa\u00a0produk-produk Fenanaza tidak membahayakan kesehatan hewan, manusia, maupun lingkungan,\u201d sambung Isra.<\/p><p>Dengan diperolehnya CPOHB (Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik) untuk produk\u00a0<em>premix\u00a0<\/em>serbuk dan\u00a0<em>premix<\/em>\u00a0cairnya,\u00a0Fenanza semakin percaya diri untuk\u00a0melakukan produksi dan memasarkan\u00a0produk-produknya di dalam negeri maupun ke\u00a0luar negeri.\u00a0<\/p><p>\u201cSeharusnya Indonesia dengan sumber daya alam yang melimpah dan mumpuni tidak perlu\u00a0selalu\u00a0melakukan impor. Kita harus yakin\u00a0bahwa\u00a0\u00a0Indonesia\u00a0sangat\u00a0mampu\u00a0untuk\u00a0menghasilkan produk-produk peternakan berkulitas ekspor,\u201d ujar Isra yang berkomitmen untuk bisa terus\u00a0mempromosikan produknya ke beberapa negara terutama di tingkat ASEAN.<\/p><p>\u00a0<\/p><p><strong>Edukasi Pengunjung\u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0<\/strong><\/p><p>Seperti biasa, Fenanza tidak hanya menghadirkan stan di pameran Indolivestock. Perusahaan ini juga menyuguhkan seminar-seminar teknis dengan topik-topik menarik. Pembicara kompeten dari luar negeri pun didatangkan langsung untuk berbagi ilmu serta pengalamannya dengan pengunjung.\u00a0<\/p><p>Seminar hari pertama diisi oleh Dr. Chen Peng<em>, Director of Microecology<\/em>\u00a0Beijing\u00a0Enhalor\u00a0International\u00a0Tech\u00a0Co., Ltd. Ia memaparkan peran kultur ragi atau kapang (<em>yeast culture<\/em>) bagi hewan ternak.\u00a0Dikatakannya,\u00a0<em>yeast culture<\/em>\u00a0merupakan nutrisi\u00a0untuk mikroflora\u00a0gastrointestinal terlengkap yang dapat meningkatkan kesehatan hewan ternak dari berbagai spesies. \u201c<em>Yeast culture<\/em>\u00a0bersifat unik dan berbeda dengan produk\u00a0<em>yeast<\/em>\u00a0lainnya, karena merupakan produk fementasi ragi yang dirancang untuk menyediakan metabolit fermentasi yang dihasilkan dari proses fermentasi spesifik\u00a0untuk mikroflora saluran pencernaan,\u201d terang Chen.\u00a0Enhalor memanfaatkan\u00a0<em>yeast culture\u00a0<\/em>untuk memproduksi produk Bioyeastar\u00a0yang\u00a0merupakan produk metabolit ragi terutama berguna untuk mendukung kesehatan dan performa hewan ternak.<\/p><p>Bioyestar dibuat dengan menggunakan teknologi fermentasi yang modern dan steril dari kultur murni\u00a0<em>Saccharomyces cerevisiae Sa-10.\u00a0<\/em>Dikembangkan secara selektif, sehingga mampu menjaga keseimbangan mikroflora usus, mampu menstimulasi sistem kekebalan tubuh hewan ternak dengan cara memacu peningkatan kerja sistem antibodi, serta meningkatkan daya serap nutrisi yang dibutuhkan untuk produktivitas hewan ternak.<\/p><p>Di seminar hari selanjutnya Fenanza menggandeng EW Nutrition, sebuah perusahaan\u00a0<em>feed additive<\/em>\u00a0terkemuka dari Jerman,\u00a0\u00a0membahas dampak mikotoksin\u00a0pada peternakan, dimana Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki dua musim ini sangat rentan terhadap\u00a0<em>outbreak<\/em>\u00a0<em>mycotoxin<\/em>. Materi ini\u00a0 disampaikan\u00a0dengan lugas\u00a0oleh Kremlin Mark Ampode,\u00a0<em>Technical Manager<\/em>\u00a0EW Nutrition\u00a0Filipina.<\/p><p>Dijelaskannya mikotoksin adalah metabolit sekunder yang diproduksi oleh jamur-jamur tertentu\u00a0yang ditemukan dalam biji-bijian, sereal, dan hijauan.\u00a0Mikotoksin sendiri sulit terlihat dengan mata telanjang karena\u00a0tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa tapi sangat berbahaya terutama untuk\u00a0hewan\u00a0ternak karena banyaknya dampak negatif yang diakibatkannya,\u00a0seperti penurunan produksi maupun kematian hewan ternak.\u00a0<\/p><p>\u201cAdanya kontaminasi mikotoksin dalam bahan pakan maupun dalam pakan jadi, salah satunya akibat dari tidak sempurnanya pengontrolan bahan baku mulai dari\u00a0\u00a0saat\u00a0penanaman,\u00a0pemanenan, transportasi,\u00a0maupun saat\u00a0penyimpanan pasca produksi. Selain itu, faktor lain yang lebih banyak memengaruhi munculnya mikotoksin adalah adanya perbedaan temperatur, pH, kadar oksigen, maupun kelembaban.\u00a0Untuk itu diperlukan manajemen resiko mikotoksin dan\u00a0kecerdasan dalam memilih maupun\u00a0menggunakan produk anti mikotoksin untuk menghadapinya,\u201d saran Kremlin.\u00a0<\/p><p>Produk Mastersorb dari EW Nutrition menjadi pilihan tepat.\u00a0<em>Mycotoxin binder<\/em>\u00a0generasi terbaru ini\u00a0selain berperan sebagai pengikat semua mikotoksin, juga\u00a0berperan sebagai\u00a0<em>hepatoprotector<\/em>\u00a0yaitu melindungi hati agar tidak terserang oleh\u00a0<em>mycotoxin<\/em>.\u00a0\u00a0Produk ini mengandung\u00a0\u201c<em>spesifik<\/em>\u00a0<em>bentonite\u201d<\/em>,\u00a0<em>yeast<\/em>\u00a0kering, dan ekstrak\u00a0<em>milk thistle<\/em>\u00a0(<em>sylimarin<\/em>). Spesifik<em>\u00a0bentonite<\/em>\u00a0yang terkandung di dalamnya sangat efektif mengikat mikotoksin terutama jenis aflatoksin. Sedangkan\u00a0<em>\u03b2-D glucan<\/em>\u00a0dari\u00a0<em>yeast<\/em>\u00a0dapat mengikat berbagai jenis mikotoksin spesifik\u00a0lainnya\u00a0seperti\u00a0<em>Zearolenone<\/em>,\u00a0<em>Fumonisin<\/em>, T2 toksin dan sebagainya.<\/p><p>Di hari terakhir pameran, Fenanza menghadirkan Agung Susilo Wahyudi,\u00a0<em>Head of Premix Plant<\/em>\u00a0PT.\u00a0Fenanza Putra Perkasa. Agung membagikan trik\u00a0sederhana tapi sangat dibutuhkan yaitu\u00a0bagaimana memilih\u00a0premiks yang baik\u00a0dan benar.<\/p><p>Hal dasar yang harus dipahami dalam memilih premiks menurut Agung diantaranya menentukan jumlah kadar komponen premiks sesuai target hewan dengan cara literasi dan riset, analisa kadar independensi laboratorium dan pemilihan \u00a0produsen premiks bersertifikasi CPOHB\/GMP.\u00a0\u00a0Satu hal yang perlu diperhatikan dalam memilih\u00a0<em>premix<\/em>\u00a0yang baik selain tentunya masalah\u00a0<em>budget<\/em>\u00a0atau\u00a0<em>cost<\/em>\u00a0per kg pakan adalah dengan memperhatikan kandungan\u00a0<em>premix<\/em>\u00a0maupun proses produksinya mulai dari pemilihan bahan baku, saat pencampuran serta saat pengiriman produk ke pelanggan.\u00a0\u00a0\u00a0Selanjutnya,\u00a0tetap\u00a0jalin komunikasi dengan produsen premiks terkait legalitas premiks, dosis, teknis pencampuran, penyimpanan.\u00a0\u00a0Hasil pemakaian premiks\u00a0sebaiknya\u00a0didokumentasikan datanya, buat laporan\u00a0yang jelas sesuai keadaan dan lakukan\u00a0analisa\u00a0ROI (biaya vs hasil) untuk diambil langkah selanjutnya.\u00a0<\/p><p>Terima kasih, Surabya. Sampai jumpa di Indo Livestock 2020, Jakarta!<\/p><p>Juga diterbitkan di Majalah TROBOS Edisi Agustus 2019 dengan judul &#8220;Fenanza Bersiap\u00a0<em>Go International<\/em>&#8220;.\u00a0<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memasuki arena pameran Indolivestock 2019 Expo &amp; Forum di Grand City Convex, Surabaya (3-5\/7\/2019) pengunjung langsung disapa oleh stan PT.\u00a0Fenanza Putra Perkasa (Fenanza)\u00a0yang\u00a0eye catching. Setiap penyelenggaraan Indolivestock di Surabaya, Fenanza selalu memilih lokasi paling depan. Posisi ini tentunya sangat strategis, sehingga stan ini selalu ramai dipadati pengunjung. Walaupun pengunjung terus berdatangan ke stan ini, tim [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":418,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-417","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-event"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=417"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/418"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=417"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=417"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=417"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}