{"id":3867,"date":"2023-12-13T13:47:20","date_gmt":"2023-12-13T06:47:20","guid":{"rendered":"https:\/\/fenanza.id\/?p=3867"},"modified":"2023-12-14T14:09:16","modified_gmt":"2023-12-14T07:09:16","slug":"guanidinoacetic-acid-sebagai-suplemen-pakan-unggas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/guanidinoacetic-acid-sebagai-suplemen-pakan-unggas\/","title":{"rendered":"Guanidinoacetic Acid Sebagai Suplemen Pakan Unggas"},"content":{"rendered":"<style>.elementor-3867 .elementor-element.elementor-element-a7a98bd{width:var( --container-widget-width, 99.64% );max-width:99.64%;--container-widget-width:99.64%;--container-widget-flex-grow:0;column-gap:0px;text-align:justify;}<\/style>\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"3867\" class=\"elementor elementor-3867\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-9cd9b96 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"9cd9b96\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-b877bcf\" data-id=\"b877bcf\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-a7a98bd elementor-widget__width-initial elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"a7a98bd\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Gu<b>anidinoacetic Acid (GAA<\/b>) adalah suplemen pakan yang stabil dan sangat mudah diserap yang utamanya digunakan untuk meningkatkan pemanfaatan energi. Hal ini disebabkan oleh konversinya yang efisien menjadi kreatin (CREA) di dalam tubuh. Kreatin dan bentuk terfosforilasi (fosfokreatin; PCREA)-nya memainkan peran penting dalam metabolisme energi seluler. Meskipun CREA secara alami disintesis di dalam tubuh ternak, sintesis endogen mungkin tidak cukup untuk mendukung laju pertumbuhan luar biasa yang disebabkan oleh genetika unggas modern ini. Saat ini, pakan unggas terutama terdiri dari bahan dari sumber nabati, terutama jagung dan tepung kedelai. CREA hanya ditemukan dalam bahan pakan berorigin hewan, sedangkan bahan nabati tidak mengandung metabolit CREA.<\/p><p>\u00a0<\/p><p><b>Metabolisme Guanidinoacetic Acid (GAA)<\/b><br \/>GAA terbentuk ketika glicin (GLY) menerima grup gua<i>n<\/i>idin dari asam amino L-arginin (ARG) dalam reaksi biokimia yang dikatalisis oleh L-Arg:Glyamidinotransferase (AGAT). Reaksi awal ini terutama terjadi di ginjal. Dalam reaksi kedua yang terjadi di hati, GAA dimetilasi oleh S-adenosil metionin (SAM) dan diubah menjadi CREA. Enzim yang mengkatalisis reaksi ini adalah guanidinoacetate N- methyltransferase (GAMT). Dua enzim tambahan terlibat dalam metabolisme GAA, termasuk metionin adenosiltransferase (MAT), dan S-adenosilhomosistein hidrolase (SAHH) atau adenosy homocysteinase). Enzim yang pertama menghasilkan SAM dan yang terakhir bertanggung jawab untuk mengubah S\u0002adenosil L-homosistein menjadi adenosin dan homosistein.\u00a0<\/p><p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/fenanza.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/GAA-gambar-1.png\" alt=\"\" width=\"608\" height=\"377\" \/><\/p><p>Pembentukan GAA dari L-ARG dan GLY diatur oleh mekanisme feedback negatif yang melibatkan konsentrasi CREA dan ornitin serum terhadap aktivitas AGAT. Namun, suplemen GAA dalam diet akan mengabaikan mekanisme pengatur laju tersebut. Oleh karena itu, peningkatan pasokan ARG dan GLY dalam diet tidak akan meningkatkan sintesis CREA atau konsentrasinya di jaringan otot melampaui tingkat yang diatur seperti itu. Berdasarkan laporan penelitian, peningkatan CREA otot terjadi setelah suplementasi ARG, sementara tambahan GLY, metionin (MET), dan GLY + MET tidak meningkatkan CREA otot. Kandungan CREA otot berfungsi sebagai indikator penggabungan CREA diet yang efektif. Tingkat CREA otot dan serum menjadi lebih tinggi dengan suplemen GAA, dibandingkan dengan penambahan L-ARG. Suplemen GAA meningkatkan kandungan CREA otot di atas tingkat yang terjadi secara alami dalam beberapa uji pakan dengan broiler. Oleh karena itu, penambahan GAA meningkatkan tingkat CREA otot secara asimtotik hingga maksimum 29% dibandingkan dengan diet yang tidak disuplementasi.<\/p><p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/fenanza.id\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/GAA-gambar-2.png\" alt=\"\" width=\"615\" height=\"355\" \/><\/p><p><b>Kecernaan dan Penyerapan<\/b><br \/>Proses pencernaan dan penyerapan GAA mencerminkan proses asam amino lainnya, meskipun dengan beberapa interaksi. Suplementasi GAA dengan 0,6\u20131,2 g\/kg menunjukkan peningkatan kandungan CREA otot sebesar 14\u201321%, masing-masing. Dalam diet defisiensi arginin, tingkat pemanfaatan GAA dalam tubuh dapat berkisar dari 76,2% hingga 100%, secara bertahap menurun dengan peningkatan suplementasi arginin. Suplementasi GAA secara signifikan meningkatkan ekskresi CREA, efek yang lebih mendalam dibandingkan dengan ARG. Ekskresi CREA pada broiler lebih meningkat dengan penambahan GLY tambahan, sementara penambahan MET (donor metil) di atas ARG dan GLY mengurangi ekskresi CREA, hal ini menunjukkan bahwa metilasi bisa menjadi faktor pembatas untuk pembentukan CREA. Suplementasi GAA pada diet yang kekurangan metionin tidak meningkatkan efisiensi pakan atau pemanfaatan energi, sementara pada Gambar 2. pasokan metionin yang cukup, efisiensi pakan meningkat. Sehingga, tingkat GAA dan suplementasi ARG, GLY, dan MET merangsang metabolisme CREA.<\/p><p><b>Pengaruh GAA pada Performa Pertumbuhan\u00a0<\/b><\/p><p><span style=\"color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-385b156-font-family ), Sans-serif; font-size: var( --e-global-typography-385b156-font-size ); font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight ); letter-spacing: var( --e-global-typography-385b156-letter-spacing ); word-spacing: var( --e-global-typography-385b156-word-spacing );\">GAA adalah senyawa organik yang memiliki peran krusial dalam metabolisme energi dan\u00a0<\/span><span style=\"color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-385b156-font-family ), Sans-serif; font-size: var( --e-global-typography-385b156-font-size ); font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight ); letter-spacing: var( --e-global-typography-385b156-letter-spacing ); word-spacing: var( --e-global-typography-385b156-word-spacing );\">pertumbuhan otot pada ternak unggas. GAA berperan sebagai prekursor dalam\u00a0<\/span><span style=\"color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-385b156-font-family ), Sans-serif; font-size: var( --e-global-typography-385b156-font-size ); font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight ); letter-spacing: var( --e-global-typography-385b156-letter-spacing ); word-spacing: var( --e-global-typography-385b156-word-spacing );\">pembentukan kreatin, suatu senyawa yang memberikan energi cepat untuk otot selama\u00a0<\/span><span style=\"color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-385b156-font-family ), Sans-serif; font-size: var( --e-global-typography-385b156-font-size ); font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight ); letter-spacing: var( --e-global-typography-385b156-letter-spacing ); word-spacing: var( --e-global-typography-385b156-word-spacing );\">aktivitas fisik. GAA menjadi kunci untuk mendukung performa unggas secara menyeluruh.\u00a0<\/span><span style=\"color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-385b156-font-family ), Sans-serif; font-size: var( --e-global-typography-385b156-font-size ); font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight ); letter-spacing: var( --e-global-typography-385b156-letter-spacing ); word-spacing: var( --e-global-typography-385b156-word-spacing );\">Pemanfaatan GAA pada ayam broiler dilaporkan dapat meningkatkan Performa\u00a0<\/span><span style=\"color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-385b156-font-family ), Sans-serif; font-size: var( --e-global-typography-385b156-font-size ); font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight ); letter-spacing: var( --e-global-typography-385b156-letter-spacing ); word-spacing: var( --e-global-typography-385b156-word-spacing );\">pertumbuhan dan karakteristik karkas, termasuk hasil daging dada. Suplementasi GAA <\/span><span style=\"color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-385b156-font-family ), Sans-serif; font-size: var( --e-global-typography-385b156-font-size ); font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight ); letter-spacing: var( --e-global-typography-385b156-letter-spacing ); word-spacing: var( --e-global-typography-385b156-word-spacing );\">pada diet rendah energi dapat meningkatkan performa broiler yaitu dapat mengurangi <\/span><span style=\"color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-385b156-font-family ), Sans-serif; font-size: var( --e-global-typography-385b156-font-size ); font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight ); letter-spacing: var( --e-global-typography-385b156-letter-spacing ); word-spacing: var( --e-global-typography-385b156-word-spacing );\">asupan energi per unit pertambahan berat badan. Selain itu, peningkatan konversi pakan <\/span><span style=\"color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-385b156-font-family ), Sans-serif; font-size: var( --e-global-typography-385b156-font-size ); font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight ); letter-spacing: var( --e-global-typography-385b156-letter-spacing ); word-spacing: var( --e-global-typography-385b156-word-spacing );\">pada suplementasi 0,6 g\/kg pada dua tingkat energi diet.<\/span><\/p><p><span style=\"color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-385b156-font-family ), Sans-serif; font-size: var( --e-global-typography-385b156-font-size ); font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight ); letter-spacing: var( --e-global-typography-385b156-letter-spacing ); word-spacing: var( --e-global-typography-385b156-word-spacing );\">\u00a0<\/span><\/p><p><span style=\"color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-385b156-font-family ), Sans-serif; font-size: var( --e-global-typography-385b156-font-size ); letter-spacing: var( --e-global-typography-385b156-letter-spacing ); word-spacing: var( --e-global-typography-385b156-word-spacing );\"><b>Pengaruh GAA pada Pemanfaatan Energi<\/b><br \/><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">GAA dalam pakan meningkatkan konsentrasi CREA otot, menyebabkan peningkatan\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">metabolisme energi dalam jaringan otot. GAA sebagai prekursor CREA dapat memengaruhi\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">pemanfaatan energi pada unggas khususnya ayam broiler. Pada ayam broiler yang umur\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">pemeliharannya singkat, sehingga pasokan energi memiliki peran penting untuk\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">pertumbuhan yang cepat. Energi berasal dari adenosin-tri-fosfat (ATP) yang ada di otot.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">PCREA dan kinasa kreatin (CK), yang terletak di otot rangka, menjaga homeostasis ATP\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">dan adenosin-difosfat (ADP) dengan menghasilkan kembali ATP dari ADP di sitoplasma\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">dan mitokondria. CREA dan PCREA berinteraksi dengan ATP dan ADP, rasio PCREA:ATP\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">dapat berfungsi sebagai indikator kapasitas penyangga untuk hidrolisis ATP oleh PCREA.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">Sistem CREA\/PCREA berfungsi sebagai alat transportasi energi antara sintesis dan\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">penggunaan ATP. Sehingga, otot yang terbentuk dengan CREA memiliki kapasitas untuk\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">pertumbuhan atau aktivitas yang lebih tinggi.<\/span><\/span><\/p><p><span style=\"color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-385b156-font-family ), Sans-serif; font-size: var( --e-global-typography-385b156-font-size ); letter-spacing: var( --e-global-typography-385b156-letter-spacing ); word-spacing: var( --e-global-typography-385b156-word-spacing );\"><b>Pengaruh GAA pada perkembangan otot <\/b><br \/><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">Percobaan yang dilakukan dengan penambahan CREA pada ternak unggas mampu\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">meningkatkan fusi sel namun tergantung pada CK, hal ini menunjukkan bahwa reaksi yang\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">menggunakan ATP dapat dipulihkan melalui sistem PCREA\/CK. GAA dapat berperan dalam\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">meningkatkan kinerja otot melalui pembentukan CREA di dalam liver. GAA sendiri mampu\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">merangsang ekpresi mRNA diferensiasai miogenik 1 (MyoD) dan miogenin (MyoG) yang\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">memiliki peran dalam menghasilkan peningkatan laju fusi miotub. Selain itu, suplementasi\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">GAA dapat meningkatkan miotub melalui peningkatan level protein rantai berat miosin total\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">(MyHCl), ketebalan miotub, dan luas penampang otot gastrocnemius. Supementasi GAA\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">mempromosikan diferensiasi mioblas dan perkembangan otot rangka melalui aktivasi miR\u0002133a-3p dan miR-1a-3p yang memicu jalur sinyal AKT\/mTOR\/S6K. MicroRNA (miR) adalah\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">regulator post-transkripsi yang memainkan peran penting dalam miogenesis yang dimediasi\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">melalui nutrisi. Dalam studi in vitro lainnya, suplementasi CREA meningkatkan ekspresi\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">mRNA IGF-I dan IGF-II sebesar 30% dan 40%, dan merangsang perkembangan otot. Oleh\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">karena itu, penambahan GAA sangat berpengaruh pada perkembangan otot karena dapat\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight );\">menjadi booster pembentukan CREA. <\/span><\/span><\/p><p>\u00a0<\/p><p><b>Penghematan Arginin dengan GAA<\/b><br \/>Ternak unggas tidak memiliki siklus urea yang berfungsi sebagai biosintesis arginin dan sepenuhnya bergantung pada arginin dalam pakan. Arginin pada pakan ternak umumnya terpenuhi dari bahan pakan jagung dan bungkil kedelai, namun juga tidak jarang untuk memenuhi kebutuhannya juga ditambahan dalam bentuk L-arginin. Arginin sendiri dibutuhkan oleh ternak untuk berbagai tujuan metabolisme tubuh, sehingga arginin dibutuhkan dalam pakan untuk mencapai performa ternak yang optimal. Penambahan L\u0002arginin secara bertahap dapat meningkatkan pertambahan bobot badan dan FCR secara signifikan. Dalam beberapa penelitian dilaporkan bahwa suplementasi GAA dapat menghemat penggunaan arginin dalam pakan. Hal ini dapat berkaitan dengan jalur biokimia pembentukan GAA di ginjal, satu molekul arginin dan satu molekul glisin diperlukan untuk membentuk satu molekul GAA sambil melepaskan satu molekul ornitin (lihat pada gambar). Dalam sebuah penelitian dilaporkan GAA memiliki potensi menghemat arginin 75-149%. Penghematan Arginin ini berkaitan dengan kapasitas ternak dalam mensintesis GAA di ginjal yang mengindikasikan kebutuhan metabolik arginin dalam pembentukan GAA.<\/p><p>\u00a0<\/p><p><b>Pengaruh GAA pada pertumbuhan dan perkembangan Tulang <\/b><br \/>DOC ayam broiler menetas dengan mineralisasi tulang yang buruk, dan pertumbuhan tulang sangat cepat baik dalam hal panjang dan lebar tulang, sedangkan mineralisasi terjadi pada dua minggu pertama setelah menetas. Pada periode ini, energi sangat dibutuhkan dalam jumlah besar untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan tulang. Energi pada pertumbuhan dan perkembangan tulang dibutuhkan untuk mempertahankan, memperbaiki, memperbanyak diri, membedakan dan mensintesis matrik ekstraseluler. PCREA bertindak sebagai cadangan energi untuk memulihkan ATP dari ADP. GAA sebagai prekursor pembentukan CREA dan PCREA sehingga GAA dapat berperan dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan tulang. Hal ini dibuktikan dalam penelitian suplementasi GAA 0,6 g\/kg dilaporkan dapat meningkatkan kepadatan tibia dan kekuatan tulang ayam broiler hingga umur 24 hari. Tibia merupakan indikator untuk mineralisasi tulang secara keseluruhan.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Guanidinoacetic Acid (GAA) adalah suplemen pakan yang stabil dan sangat mudah diserap yang utamanya digunakan untuk meningkatkan pemanfaatan energi. Hal ini disebabkan oleh konversinya yang efisien menjadi kreatin (CREA) di dalam tubuh. Kreatin dan bentuk terfosforilasi (fosfokreatin; PCREA)-nya memainkan peran penting dalam metabolisme energi seluler. Meskipun CREA secara alami disintesis di dalam tubuh ternak, sintesis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3869,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-3867","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3867","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3867"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3867\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3879,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3867\/revisions\/3879"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3869"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3867"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3867"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3867"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}