{"id":3163,"date":"2022-06-13T11:05:52","date_gmt":"2022-06-13T04:05:52","guid":{"rendered":"https:\/\/fenanza.id\/?p=3163"},"modified":"2022-06-13T11:07:31","modified_gmt":"2022-06-13T04:07:31","slug":"kualitas-air-tingkatkan-nilai-konversi-pakan-pada-budidaya-intensif-udang-vannamei-litopenaeus-vannamei","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/kualitas-air-tingkatkan-nilai-konversi-pakan-pada-budidaya-intensif-udang-vannamei-litopenaeus-vannamei\/","title":{"rendered":"Kualitas Air Tingkatkan Nilai Konversi Pakan Pada Budidaya Intensif Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei)"},"content":{"rendered":"<style>.elementor-3163 .elementor-element.elementor-element-a7a98bd{text-align:left;}<\/style>\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"3163\" class=\"elementor elementor-3163\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-9cd9b96 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"9cd9b96\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-b877bcf\" data-id=\"b877bcf\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-a7a98bd elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"a7a98bd\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"MsoNormal\" align=\"center\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:center;\nline-height:normal\"><span style=\"font-size:20.0pt;font-family:&quot;Cooper Std Black&quot;,serif\">&nbsp;<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">Sejak di introduksi ke\nIndonesia pada tahun 2000, udang vanname (Litopenaeus vannamei) telah menjelma\nmenjadi salah satu komoditas unggulan sektor budidaya perikanan nasional Di\nIndonesia kepadatan yang umum dilakukan di berbagai daerah antara 80\u2013100 ek\/m2\nudang vaname dan dapat ditingkatkan hingga 300 ek\/m2. <o:p><\/o:p><\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">&nbsp;<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">Pengelolaan budidaya\nudang vaname di Indonesia dilakukan dengan berbagai pola dan sistem budidaya.\nDimulai dari yang masih menggunakan sistem budidaya tradisional sampai super\nintensif dengan aplikasi teknologi yang beranekaragam. <o:p><\/o:p><\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">&nbsp;<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">Penerapan sistem budidaya\nintensif maupun super intensif yang begitu digemari oleh para pembudidaya bisa\nmemberikan dampak polusi pada ekosistem budidaya dalam bentuk penumpukan beban\nlimbah budidaya. Penumpukan beban limbah tersebut berasal dari aktifitas input\nbudidaya seperti limbah pakan yang terbuang, pemupukan, pengapuran, karapas\nhasil moulting udang dan berbagai perlakuan lainnya selama periode budidaya\nberlangsung. <o:p><\/o:p><\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">&nbsp;<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">Peningkatan produksi\nudang vaname berkorelasi dengan meningkatnya penggunaan pakan sebagai salah\nsatu faktor produksi utama dalam kegiatan budidaya secara semi-intensif dan\nintensif. Alokasi biaya pakan pada budidaya udang dapat menyerap 60%\u201370% dari\ntotal biaya produksi udang. Tingginya biaya pakan antara lain disebabkan karena\nrasio konversi pakan (FCR) cenderung meningkat. <o:p><\/o:p><\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">&nbsp;<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">Faktor yang mempengaruhi\nrasio konversi pakan adalah kualitas dan pengelolaan pakan selama pemeliharaan\nseperti pendugaan sintasan, dosis, dan waktu pemberian pakan. Dampak lain dari\nFCR yang tinggi menyebabkan air media dapat tercemar akibat akumulasi sisa\npakan dan ekskresi amonia dengan cepat. Oleh karena itu, diperlukan suatu\npendekatan baru yang mampu mengatasi permasalahan dalam hal efisiensi pengadaan\npakan. <o:p><\/o:p><\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">&nbsp;<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">Salah satu pendekatan\nuntuk menekan biaya adalah melalui pergiliran pakan yaitu pakan protein tinggi\ndigilir dengan pakan protein rendah. Dengan menggunakan pakan yang berkadar\nprotein rendah maka biaya untuk pembelian pakan lebih kecil sehingga dapat\nmenekan biaya produksi. Pemberian pakan buatan\/komersil baik ukuran dan\njumlahnya harus dilakukan secara cermat dan tepat sehingga udang tidak mengalami\nkekurangan pakan (<i>underfeeding<\/i>) atau\nkelebihan pakan (<i>overfeeding<\/i>) karena\nhal ini bisa menyebabkan pertumbuhan udang lambat, tidak seragam, badan\nkeropos, dan timbulnya kanibalisme, serta menurunnya kualitas air atau\npencemaran ke lingkungan budidaya.<o:p><\/o:p><\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">&nbsp;<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">Penambahan beban limbah\nyang terus bertambah dan karakter ekosistem tambak yang dinamis akan\nberpengaruh terhadap fluktuasi dinamika faktor fisika kimia air. Faktor fisika\nkimia atau kualitas air secara keseluruhan dalam lingkungan budidaya adalah\nindikator penting bagi kenyamanan organisme akuatik untuk hidup selama siklus\nbudidaya berlangsung. &nbsp;Sehingga, secara\ntidak langsung kondisi parameter fisika kimia dengan kadar konsentrasi yang\nstabil dan ideal akan memberikan pengaruh positif terhadap tingkat produktifitas\npanen udang. <o:p><\/o:p><\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">&nbsp;<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">Adapun yang dimaksud\ndengan indikator produktifitas panen ialah semua variabel produksi yang\nmeliputi berat biomassa udang, nilai survival rate, laju pertumbuhan, dan nilai\nFCR pakan udang. Salahsatu komponen strategis dalam produksi budidaya intensif\nyang harus sering diperhatikan adalah tingkat nilai konversi pakan udang. Nilai\nkonversi pakan yang rendah akan meningkatkan efisiensi penyerapan pakan oleh\nudang. Sehingga, kandungan nutrisi pada pakan dapat termanfaatkan secara\nefisien serta laju pertumbuhan udang dapat berjalan stabil. <o:p><\/o:p><\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">&nbsp;<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">Salah satu cara untuk\nmenjaga supaya nilai konversi pakan udang efektif atau tidak tinggi adalah\ndengan menjaga <b>stabilitas parameter\nkualitas air<\/b> sebagai indikator lingkungan tempat tinggal udang. Berdasarkan\npenjabaran literasi tersebut, berikut saya kutip &nbsp;penelitian yang mengkaji hubungan parameter\nfisika-kimia air terhadap tingkat konversi pakan udang pada tambak intensif\nudang vanname (Litopenaeus vannamei).<o:p><\/o:p><\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">&nbsp;<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">Hasil penelitian Aruadi,\nH et al (2020) menunjukkan bahwa FCR atau rasio konversi pakan adalah salah\nsatu indikator strategis pada produksi tambak yang sangat penting untuk\npenentuan biaya yang dikeluarkan selama periode budidaya. Hasil dari penelitian\nini menunjukan bahwa bahwa pada tambak intensif parameter suhu, salinitas, dan\nalkalinitas adalah parameter kualitas air yang memiliki keeratan hubungan\nterhadap efisiensi nilai FCR di tambak, dengan parameter suhu adalah variabel\nkualitas air yang memiliki pengaruh langsung terhadap efektifitas rasio\nkonversi pakan oleh udang.<o:p><\/o:p><\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">&nbsp;<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">Adapun kualitas air yang\nyang dicapai dalam penelitian ini dengan pencapaian nilai FCR <b>ideal 1.27-1.37<\/b><\/span> <span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">adalah sebagai berikut<\/span> : <o:p><\/o:p><\/p><table class=\"MsoTableGrid\" border=\"1\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\" style=\"border: none;\">\n <tbody><tr>\n  <td width=\"151\" valign=\"top\" style=\"width: 113.4pt; border-width: 1pt; border-color: windowtext; padding: 0in 5.4pt;\">\n  <p class=\"MsoNormal\" align=\"center\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:center;\n  line-height:150%\"><b><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">Parameter<o:p><\/o:p><\/span><\/b><\/p>\n  <\/td>\n  <td width=\"174\" valign=\"top\" style=\"width: 130.5pt; border-top-width: 1pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-top-color: windowtext; border-right-color: windowtext; border-bottom-color: windowtext; border-left: none; padding: 0in 5.4pt;\">\n  <p class=\"MsoNormal\" align=\"center\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:center;\n  line-height:150%\"><b><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">Nilai kisaran<o:p><\/o:p><\/span><\/b><\/p>\n  <\/td>\n <\/tr>\n <tr>\n  <td width=\"151\" valign=\"top\" style=\"width: 113.4pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: windowtext; border-bottom-color: windowtext; border-left-color: windowtext; border-top: none; padding: 0in 5.4pt;\">\n  <p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;line-height:150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">pH<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n  <\/td>\n  <td width=\"174\" valign=\"top\" style=\"width: 130.5pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: windowtext; border-right-width: 1pt; border-right-color: windowtext; padding: 0in 5.4pt;\">\n  <p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;line-height:150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">:&nbsp;\n  7.9 &#8211; 8.5<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n  <\/td>\n <\/tr>\n <tr>\n  <td width=\"151\" valign=\"top\" style=\"width: 113.4pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: windowtext; border-bottom-color: windowtext; border-left-color: windowtext; border-top: none; padding: 0in 5.4pt;\">\n  <p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;line-height:150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">Suhu<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n  <\/td>\n  <td width=\"174\" valign=\"top\" style=\"width: 130.5pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: windowtext; border-right-width: 1pt; border-right-color: windowtext; padding: 0in 5.4pt;\">\n  <p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;line-height:150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">:&nbsp;\n  28 \u2013 29oC<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n  <\/td>\n <\/tr>\n <tr>\n  <td width=\"151\" valign=\"top\" style=\"width: 113.4pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: windowtext; border-bottom-color: windowtext; border-left-color: windowtext; border-top: none; padding: 0in 5.4pt;\">\n  <p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;line-height:150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">Oksigen terlarut<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n  <\/td>\n  <td width=\"174\" valign=\"top\" style=\"width: 130.5pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: windowtext; border-right-width: 1pt; border-right-color: windowtext; padding: 0in 5.4pt;\">\n  <p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;line-height:150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">:&nbsp;\n  5.5 \u2013 6 ppm<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n  <\/td>\n <\/tr>\n <tr>\n  <td width=\"151\" valign=\"top\" style=\"width: 113.4pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: windowtext; border-bottom-color: windowtext; border-left-color: windowtext; border-top: none; padding: 0in 5.4pt;\">\n  <p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;line-height:150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">salinitas<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n  <\/td>\n  <td width=\"174\" valign=\"top\" style=\"width: 130.5pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: windowtext; border-right-width: 1pt; border-right-color: windowtext; padding: 0in 5.4pt;\">\n  <p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;line-height:150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">:&nbsp;\n  22 \u2013 23 ppt<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n  <\/td>\n <\/tr>\n <tr>\n  <td width=\"151\" valign=\"top\" style=\"width: 113.4pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: windowtext; border-bottom-color: windowtext; border-left-color: windowtext; border-top: none; padding: 0in 5.4pt;\">\n  <p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;line-height:150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">Alkalinitas<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n  <\/td>\n  <td width=\"174\" valign=\"top\" style=\"width: 130.5pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: windowtext; border-right-width: 1pt; border-right-color: windowtext; padding: 0in 5.4pt;\">\n  <p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;line-height:150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">: 156 \u2013 171 ppm<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n  <\/td>\n <\/tr>\n <tr>\n  <td width=\"151\" valign=\"top\" style=\"width: 113.4pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: windowtext; border-bottom-color: windowtext; border-left-color: windowtext; border-top: none; padding: 0in 5.4pt;\">\n  <p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;line-height:150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">FCR<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n  <\/td>\n  <td width=\"174\" valign=\"top\" style=\"width: 130.5pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: windowtext; border-right-width: 1pt; border-right-color: windowtext; padding: 0in 5.4pt;\">\n  <p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;line-height:150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">: 1.27 \u2013 1.37<o:p><\/o:p><\/span><\/p>\n  <\/td>\n <\/tr>\n<\/tbody><\/table><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">&nbsp;<\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">Dari data tabel tersebut\ndiatas dapat dilihat korelasi pencapaian parameter ideal kualitas air dapat\nmeningkatkan nilai konversi pakan yang ideal.<o:p><\/o:p><\/span><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><b><span style=\"font-size:12.5pt;\nline-height:150%\">&nbsp;<\/span><\/b><\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><b><span style=\"font-size:12.5pt;\nline-height:150%\">KESIMPULAN <o:p><\/o:p><\/span><\/b><\/p><p>\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n<\/p><p class=\"MsoNormal\" style=\"margin-bottom:0in;text-align:justify;line-height:\n150%\"><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:150%\">Berdasarkan hasil\nanalisis penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa, pada tambak intensif\nparameter <b>suhu, salinitas, dan\nalkalinitas<\/b> adalah parameter kualitas air yang memiliki keeratan hubungan\nterhadap efisiensi nilai FCR di tambak, dengan parameter suhu adalah variabel\nkualitas air yang memiliki pengaruh langsung terhadap efektifitas rasio\nkonversi pakan oleh udang.<\/span><span style=\"font-size:12.5pt;line-height:\n150%;mso-bidi-font-family:Calibri;mso-bidi-theme-font:minor-latin\"><o:p><\/o:p><\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Sejak di introduksi ke Indonesia pada tahun 2000, udang vanname (Litopenaeus vannamei) telah menjelma menjadi salah satu komoditas unggulan sektor budidaya perikanan nasional Di Indonesia kepadatan yang umum dilakukan di berbagai daerah antara 80\u2013100 ek\/m2 udang vaname dan dapat ditingkatkan hingga 300 ek\/m2. &nbsp; Pengelolaan budidaya udang vaname di Indonesia dilakukan dengan berbagai pola [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3164,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-3163","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3163","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3163"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3163\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3168,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3163\/revisions\/3168"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3164"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3163"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3163"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/id_id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3163"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}