<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Dialog &#8211; Fenanza</title>
	<atom:link href="https://fenanza.id/id_id/category/artikel-dialog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://fenanza.id/id_id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Jul 2025 02:20:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://fenanza.id/wp-content/uploads/2022/01/cropped-Favicon-Fenanza.id_-150x150.png</url>
	<title>Artikel Dialog &#8211; Fenanza</title>
	<link>https://fenanza.id/id_id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Silvafeed® Nutri P, Two-in-One Tannin Technology: Solusi Menyeluruh untuk Kesehatan Pencernaan Unggas</title>
		<link>https://fenanza.id/id_id/silvafeed-nutri-p-two-in-one-tannin-technology-solusi-menyeluruh-untuk-kesehatan-pencernaan-unggas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 02:18:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Dialog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://fenanza.id/?p=4695</guid>

					<description><![CDATA[Pertanyaan: Sinta – Kudus, Jawa Tengah Saya peternak ayam broiler di Kudus, Jawa Tengah. Belakangan ini saya sering mendengar tentang penggunaan tanin dalam pakan yang katanya bisa membantu menjaga kesehatan usus ayam. Apakah benar tanin bisa mendukung performa unggas? Bagaimana sebenarnya cara kerjanya? Dan adakah produk tanin yang sudah terbukti efektif di lapangan? Mohon penjelasannya. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="4695" class="elementor elementor-4695">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-9cd9b96 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="9cd9b96" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-b877bcf" data-id="b877bcf" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-a7a98bd elementor-widget__width-initial elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="a7a98bd" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p><strong>Pertanyaan:</strong></p><p>Sinta – Kudus, Jawa Tengah</p><p>Saya peternak ayam broiler di Kudus, Jawa Tengah. Belakangan ini saya sering mendengar tentang penggunaan tanin dalam pakan yang katanya bisa membantu menjaga kesehatan usus ayam. Apakah benar tanin bisa mendukung performa unggas? Bagaimana sebenarnya cara kerjanya? Dan adakah produk tanin yang sudah terbukti efektif di lapangan? Mohon penjelasannya. Terima kasih.</p><p><strong>Jawaban:</strong></p><p>Ibu Sinta yang kami hormati, tanin merupakan senyawa bioaktif alami dari tumbuhan yang semakin banyak dimanfaatkan dalam dunia peternakan. Tanin bekerja terutama pada saluran cerna, dengan berbagai mekanisme yang mendukung kesehatan usus dan lingkungan kandang, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan performa ternak.</p><p>Tanin memang sedang menjadi perhatian di dunia peternakan modern karena kemampuannya mendukung kesehatan saluran cerna dan efisiensi produksi. Tapi tidak semua tanin bekerja dengan cara yang sama. Salah satu produk tanin yang patut mendapat perhatian adalah <strong>Silvafeed® Nutri P</strong>, yang dikembangkan oleh Silvateam dan didistribusikan oleh PT Fenanza. adalah <strong>Silvafeed® Nutri P</strong> tidak hanya mengandalkan satu jenis tanin seperti banyak produk lain di pasaran, tetapi mengusung konsep <strong>Two-in-One Tannin Technology</strong>, yakni kombinasi <strong>tanin hidrolisa</strong> dari <em>Chestnut</em> dan <strong>tanin terkondensasi</strong> dari <em>Quebracho</em>. Kombinasi ini memberikan efek sinergis yang lebih luas dan konsisten terhadap berbagai aspek fisiologis dan mikrobiologis saluran pencernaan unggas.</p><p>Berikut beberapa keunggulan Silvafeed® Nutri P yang telah terbukti melalui riset ilmiah dan uji lapangan:</p><ol><li><strong> Optimalkan Motilitas Usus</strong></li></ol><p>Kombinasi tanin dalam Nutri P terbukti memiliki efek antispasmodik, yakni membantu mengatur gerakan usus agar tidak terlalu cepat maupun lambat. Efek ini meningkatkan waktu retensi digesta hingga 15%, sehingga penyerapan nutrisi lebih optimal dan menurunkan risiko diare.</p><ol start="2"><li><strong> Memperbaiki Konsistensi Feses dan Kualitas Litter</strong></li></ol><p>Penggunaan Nutri P secara konsisten menurunkan kelembapan litter (-7%) dan nitrogen (-11%). Feses ayam menjadi lebih padat, tidak lengket, dan berwarna lebih gelap, membantu menciptakan lingkungan kandang yang lebih bersih dan sehat.</p><ol start="3"><li><strong> Modulasi Mikrobiota Usus</strong></li></ol><p>Nutri P mendukung pertumbuhan <strong>bakteri probiotik (Firmicutes)</strong> dan menekan <em>Clostridium</em> serta <em>Salmonella</em>. Studi bahkan menunjukkan aktivitas sinergis antimikroba saat kedua ekstrak digabungkan, dengan efek hingga <strong>4 kali lebih tinggi</strong> dibanding digunakan terpisah..</p><ol start="4"><li><strong> Memperkuat Struktur dan Fungsi Barrier Usus</strong></li></ol><p>Tanin dari Nutri P meningkatkan ekspresi protein &#8220;tight junction&#8221; yang menjaga kekompakan dinding usus. Ini penting untuk mencegah kebocoran usus dan masuknya toksin atau patogen ke sirkulasi darah, menjaga kondisi fisiologis ternak tetap optimal.</p><ol start="5"><li><strong> Dukungan Nyata terhadap Performa Produksi</strong></li></ol><p>Dalam uji lapangan berskala besar (&gt;3 juta ekor ayam), Nutri P menunjukkan peningkatan pertambahan bobot badan broiler hingga +14%, mengurangi luka pada footpad, serta meningkatkan kekuatan dan kebersihan cangkang telur pada layer.</p><p>Dengan pendekatan teknologi ganda—<strong>hydrolyzable &amp; condensed tannin blend</strong>—Silvafeed® Nutri P hadir sebagai solusi menyeluruh yang menjangkau kesehatan usus, lingkungan kandang, dan performa produksi. Jika Ibu Sinta tertarik untuk mengaplikasikan produk ini atau ingin berkonsultasi lebih lanjut, silakan menghubungi tim kami di Fenanza. Semoga Nutri P dapat menjadi mitra terbaik dalam mendukung produktivitas ternak Ibu. Terima kasih.<br />(IND)</p>								</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fatty liver dan Prolapsus Pada Unggas</title>
		<link>https://fenanza.id/id_id/fatty-liver-dan-prolapsus-pada-unggas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Sep 2023 09:08:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Dialog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://fenanza.id/?p=3776</guid>

					<description><![CDATA[Ternak unggas menjadi salah satu komoditas ternak yang paling banyak diminati di Indonesia dibandingkan komoditas lainnya, dengan jumlah populasi ternak unggas tertinggi di Asia Tenggara menandakan pegiat bisnis ternak unggas Indonesia cukup mendominasi pasar. Tidak dipungkiri dengan peminat yang banyak bisnis ini juga diintai berbagai jenis penyakit maupun virus, khususnya pada tipe petelur atau layer [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="3776" class="elementor elementor-3776">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-9cd9b96 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="9cd9b96" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-b877bcf" data-id="b877bcf" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-a7a98bd elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="a7a98bd" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p>  Ternak unggas menjadi salah satu komoditas ternak yang paling banyak diminati di Indonesia dibandingkan komoditas lainnya, dengan jumlah populasi ternak unggas tertinggi di Asia Tenggara menandakan pegiat bisnis ternak unggas Indonesia cukup mendominasi pasar. Tidak dipungkiri dengan peminat yang banyak bisnis ini juga diintai berbagai jenis penyakit maupun virus, khususnya pada tipe petelur atau layer unggas rentan terkena penyakit Fatty liver atau penumpukan lemak pada hati dan juga prolapsus atau keluarnya uterus unggas betina.</p><p><strong>Fatty liver</strong> disebabkan oleh dua faktor utama diantaranya obesitas dan perlemakan hati yang disertai pendarahan, serta faktor lainnya yang dapat mempengaruhi yaitu, Genetik, Suhu Kandang, Nutrisi, Stres, Mycotoxin, dan juga hormon.</p><p><strong>Faktor Genetik</strong></p><p>Secara genetik strain ayam memiliki kepekaan yang berbeda, tingkat ptoduksi telur yang tinggi, serta metabolism estrogen secara intensif.</p><p><strong>Faktor Nutrisi</strong></p><p>Nutrisi terserap yang tidak seimbang seperti, ada konsumsi energi yang berlebih, perbandingan antara protein dan energi yang tidak seimbang pada pakan, dan juga kekurangan kalsium pada ternak.</p><p><strong>Faktor Suhu &amp; Kandang</strong></p><p>Iklim yang panas dapat meningkatkan asam lemak dalam hati, serta penggunaan jenis kendang baterai serta kepadatan kendang yang tinggi mendorong kandungan lemak dalam hati lebih tinggi dikarenakan ruang gerak ayam yang rendah.</p><p><strong>Faktor Toksin dan Hormon</strong></p><p>Pakan dengan bahan baku kualitas rendah yang disebabkan cuaca yang tidak teratur dapat dengan mudah dihinggapi jamur, jamur yang memproduksi racun Aflatoxin (Aspergillus flavus) yang mengontaminasi ransum pakan dengan kadar 20 PPB dapat menyerang ternak. Akibatnya, akan terjadi penurunan produksi telur serta berat telur yang dihasilkan dapat lebih besar dari biasanya. Terserangnya ternak oleh Aflatoxin ditandai dari organ hati yang berwarna kekuningan dan ukurannya yang membesar.</p><p><strong>Faktor Hormon</strong></p><p>Hormon dalam tubuh ternak yang tidak stabil juga dapat menyebabkan fatty liver seperti, kadar estradiol yang tinggi dalam plasma, adanya interaksi hormon dan energi, Produksi estrogen berlebih, lipogenesis yang tidak bereaksi dengan proses umpan balik, Serta Rendahnya kadar hormon tiroid yang melemahkan fungsi hati akan menghasilkan terdeposisinya lemak dalam hati.</p><p> </p><p><strong>Pencegahan <em>Fatty Liver</em></strong></p><p>Fatty liver yang mengancam ternak dapat dicegah dengan berbagai cara diantaranya, membatasi asupan energi atau menurunkan EM pada pakan, memilih jenis biji-bijian yang digunakan dalam pakan dikarenakan penggunaannya mempengaruhi kandungan lemak dalam hati, subtitusi jagung dengan pollard, gandum, atau cantel, penambahan tepung ikan, biji-bijian keting yang didestilasi serta evaluasi manajemen kendang untuk memastikan ternak terbebas dari kepadatan yang tinggi, suhu tinggi yang menyebabkan stress, membangun kendang dengan luas dan kapasitas yang baik factor yang memudahkan terjadinya fatty liver, serta menambakan obat / imbuhan pakan yang membantu menjaga kesehatan hati <em>(hepatoproktektor)</em></p><p><em> </em></p><p><strong>Prolapsus</strong></p><p>Merupakan penyakit yang menyebabkan keluarnya saluran telur dari anus/kloaka yang tidak dapat masuk kembali dikarenakan tidak lancaranya pengeluaran telur. Prolapsus disebabkan adanya peradangan pada saluran telur atau melemahnya otot-otot saluran reproduksi. Ayam atau unggas yang mengalami prolapsus harus segera dipisahkan untuk menghindari kanibalisme dan pendarahaan yang dapat mengakibatkan infeksi. Jika infeksi yang disebabkan bakteri berlanjut akan mengakibatkan peradangan selaput rongga perut (egg peritonitis)</p><p><strong>Kerugian Prolapsus</strong></p><p>Unggas yang terkena prolapsus akan berhenti berproduksi, menyebabkan infeksi dan kematian ayam serta dapat memicu kanibalisme. Hal tersebut dapat menimbulkan kerugian yang cukup banyak jika tidak ditangani segera.</p><p><strong>Gejala Awal</strong></p><p>Sebelum terjadinya prolapsus agar dapat memperhatikan gejala-gejalanya seperti, adanya lumuran darah pada kerabang telur, stimulasi kematangan seksial terlalu dini sebelum tumbuh dewasa, pemberian pakan layer terlalu dini dan vitamin penstimulan telur, serta adanya pendarahan pada saluran reproduksi.</p><p><strong>Penyebab Prolapsus </strong>diantaranya, Pemberian stimulasi cahaya yang terlalu dini<strong>, </strong>ayam terlalu gemuk dan terlalu kurus<strong>, </strong>kandungan nutrisi yang tidak seimbang<strong>, </strong>usia reproduksi<strong>, </strong>dan telur double yolk.</p><p><strong>Pemberian stimulasi cahaya terlalu dini </strong></p><p>Stimulasi cahaya yang terlalu dini akan mempercepat kedewasaan kelamin, penambahan cahaya dilakukan apabila organ reproduksi sudah siap. Penambahan cahaya lebih baik dilakukan saat pullet memasuki umur 18 minggu dan penambahan cahaya dilakukan secara bertahap dengan penambahan tiap minggu ½ &#8211; 1 jam setiap minggunya. Pada dasarnya ayam memerlukan cahaya sekitar 16 jam setiap hari, namun dengan adanya kemungkinan perbedaan situasi kendang peternak tidak bisa dipukul rata dan harus disesuaikan dengan manajemen yang berlaku.</p><p> </p><p> </p><p><strong>Ayam terlalu gemuk / kurus</strong></p><p>Ayam yang berbobot lebih dari standarnya memiliki perototan lebih lemah dan cenderung memproduksi telur dengan ukuran besar, lemak yang terdeposisi dalam tubuh juga akan menghambat proses produksi terlur. Berbeda dengan ayam dengan bobot rendah / kurus secara tidak langsung dipaksa bertelu sebelum organ reproduksinya sudah siap.</p><p><strong>Kangdungan nutrisi pakan tidak seimbang</strong></p><p>Pakan menjadi hal yang krusial dalam pertumbuhan ternak, dimana merupakan hidup pokok ternak. Nutrisi yang tepat akan membantu mendorong produktifitas dan memelihara kesehatan ternak. Ketidak seimbangan nutisi akan menyebabkan produksi tidak optimal, kandungan kalsium dalam pakan merupakan salah satu mineral penting yang dibutuhkan untuk mengembangkan otot ternak. Kalsium yang ada dalam kandungan pakan juga harus dievaluasi penyerapannya dalam tubuh ayam.</p><p><strong>Usia reproduksi</strong></p><p>Produksifitas telur pada ayam sangat bergantung dengan usianya, jika kematangan reproduksi belum tercapai dapat menjadi pemicu terjadinya prolapsus. Masa awal produksi, puncak produksi, serta saat puncak bobot telur didapatkan harus diperhatikan dan dipantau perkembangannya. Tingkat metabolisme yang tinggi juga dapat menyebabkan prolapsus.</p><p><strong>Telur double yolk</strong></p><p>Jika disaat panen telur mendapatkan telur double yolk, maka harus ditingkatkan kembali pemantau terhadap manajemen pemeliharannya. Telur double yoil memiliki ukuran yang besar dimana akan meregangkan dan melemahkan otot kloaka saat produksi berlangsung. Lemahnya otot kloaka akan memperlama oviduct untuk berada di luat tubuh.</p><p><strong>Pencegahan Prolapsus</strong></p><ul><li>Pemberian tambahan cahaya pada saat ayam mencapai umur dan bb Yang direkomendasikan oleh masing -masing strain</li><li>Ransum pakan yang seimbang</li><li>Intensitas cahaya di kandang perlu diperhatikan</li><li>Pemberian pakan sesuai rekomendasi masing-masing strain</li><li>Segera dipisah ayam yang kanibal</li><li>Mengkontrol bb secara rutin dan ketat pada masa pullet</li><li>Jaga kondisi farm nyaman untuk ayam</li></ul><p><strong>Penanganan Priolapsus</strong></p><ul><li>Culling atau afkir ayam yang mengalami prolapsus</li><li>Seleksi ayam dengan bb melebihi standar</li><li>Tinjau kembali formulasi pakan</li><li>mengurangi jumlah pemberian pakan</li></ul>								</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sodium Butirat untuk Ruminansia</title>
		<link>https://fenanza.id/id_id/sodium-butirat-untuk-ruminansia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Sep 2023 04:59:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Dialog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://fenanza.id/?p=3769</guid>

					<description><![CDATA[Asam Lemak Rantai Pendek yang Bermanfaat untuk Ruminansia Asam butirat adalah asam lemak rantai pendek (SCFA) yang dihasilkan dari fermentasi bahan tumbuhan di rumen ternak ruminansia. Sodium Butirat adalah sumber energi penting bagi ternak dan telah terbukti dapat meningkatkan efisiensi pakan dan performa ternak. Sodium Butirat juga dikaitkan dengan efek positifnya pada kesehatan pencernaan ternak. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="3769" class="elementor elementor-3769">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-9cd9b96 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="9cd9b96" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-b877bcf" data-id="b877bcf" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-a7a98bd elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="a7a98bd" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p><b>Asam Lemak Rantai Pendek yang Bermanfaat untuk Ruminansia</b></p><p>Asam butirat adalah asam lemak rantai pendek (SCFA) yang dihasilkan dari fermentasi bahan tumbuhan di rumen ternak ruminansia. Sodium Butirat adalah sumber energi penting bagi ternak dan telah terbukti dapat meningkatkan efisiensi pakan dan performa ternak. Sodium Butirat juga dikaitkan dengan efek positifnya pada kesehatan pencernaan ternak. Senyawa yang bermanfaat  bagi mikrobioma rumen dan  dapat memperbaiki kesehatan dan performa ternak. Dilaporkan sodium butirat dapat meningkatkan laju pertumbuhan sapi betina muda hingga 20%, dan mengurangi risiko penyakit seperti acidosis rumen sub-akut.</p><p><strong>Ber</strong><strong>i</strong><strong>k</strong><strong>u</strong><strong>t adalah beberapa manfaat sodium Butirat untuk ruminansia:</strong></p><ul><li><strong>Meningkatkan kesehatan dan fungsi rumen</strong>: Sodium Butirat adalah sumber energi utama untuk sel-sel epitel rumen, yang melapisi rumen dan berperan penting dalam pencernaan dan penyerapan. Dengan menyediakan sumber energi bagi sel-sel epitel rumen, sodium butirat membantu menjaga kesehatan dan fungsinya, memungkinkan untuk menyerap VFA sebagai sumber energi inang dan nutrisi pakan dengan lebih baik. Sodium butirat memiliki beberapa fungsi dalam sel epitel rumen sapi atau <em>bo</em><em>vine ruminal epithelial cells </em>(BRECs). Hal ini mendorong ekspresi gen yang terkait dengan <em>tight junction proteins</em>, seperti ZO-1, Claudin-1, dan Occludin, yang penting untuk menjaga integritas penghalang sel. Sodium butirat juga menghambat apoptosis dan memodulasi siklus sel BREC, mendorong proliferasi sel dan mengurangi kematian sel. Selain itu, sodium butirat juga membantu menjaga pH rumen, yang penting untuk pertumbuhan bakteri yang bermanfaat. Pemeliharaan pH rumen juga penting, karena memungkinkan bakteri yang bermanfaat untuk tumbuh dan dapat lebih membantu dalam pencernaan pakan. Pengaruh pentingnya adalah meningkatkan laju pertumbuhan dan performa dimana sodium butirat adalah komponen penting dari mikrobioma rumen dan dapat memperbaiki kesehatan dan performa ruminansia.</li></ul><div> </div><ul><li><strong>Mengurangi risiko acidosis</strong>: Acidosis adalah kondisi yang terjadi saat pH rumen turun terlalu rendah. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk bahan pakan yang terlalu banyak biji-bijian atau tidak cukup pakan berserat. Sodium Butirat membantu menetralkan pH rumen dan mengurangi risiko acidosis. Sodium Butirat adalah asam organik yang dapat ditambahkan ke pakan ternak untuk membantu menjaga keseimbangan pH rumen. Hal ini membantu menjaga lingkungan rumen tetap sehat, dan mengurangi risiko acidosis, yang dapat memiliki implikasi kesehatan yang serius bagi ternak.</li></ul><div> </div><ul><li><strong>Mendorong  pertumbuhan   dan   perkembangan</strong>:   Sodium   Butirat   dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pada ternak ruminansia. Mekanismenya dengan menyediakan energi untuk pertumbuhan dan perbaikan sel, dan dengan merangsang produksi hormon pertumbuhan. Dengan menyediakan energi untuk sel-sel di rumen, sehingga dapat memungkinkan untuk lebih efisien dalam penyerapan dan memproses nutrisi pakan. Hal Ini juga membantu menjaga tingkat bakteri di rumen, yang penting untuk memecah bahan pakan dan membuatnya menjadi nutrisi yang tersedia untuk ternak. Dilaporkan bahwa suplementasi sodium butirat terhadap kinerja pertumbuhan domba selama masa menyusui dan penggemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa domba yang diberi suplemen sodium butirat memiliki rata- rata pertambahan harian (ADG) yang lebih tinggi dibandingkan domba kontrol. Selain itu, domba yang diberi sodium butirat memiliki bobot karkas dan persentase balutan saat penyapihan yang lebih tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sodium butirat dapat meningkatkan perkembangan rumen dan meningkatkan kinerja produktif domba. Namun efek positif sodium butirat cenderung hilang setelah usia tiga bulan.</li></ul><div> </div><ul><li><strong>Meningkatkan sistem imun</strong>: Sodium Butirat dapat meningkatkan sistem imun ternak ruminansia. Mekanismenya berkaitan dengan merangsang produksi sel darah putih dan antibodi. Dilaporkan bahwa penambahan sodium butirat ke dalam pakan telah dikaitkan dengan peningkatan titer penetralisir terhadap parainfluenza dan diare akibat virus pada sapi, yang menunjukkan adanya</li></ul><p>perbaikan dalam respon imun.  Namun,  laporan tersebut  tidak memberikan rincian atau data spesifik yang menjelaskan mengenai efek langsung sodium butirat pada sistem kekebalan tubuh.</p><ul><li><strong>Mengurangi produksi gas metana</strong>: Metana adalah gas rumah kaca yang dihasilkan oleh ternak ruminansia. Populasi mikroba dalam rumen, termasuk bakteri dan metanogenik, memainkan peran penting dalam produksi metana. Metanogen bertanggung jawab untuk mengubah hidrogen dan karbon dioksida menjadi metana. Kelimpahan dan aktivitas metanogen dapat dipengaruhi oleh komposisi pakan dan faktor lainnya. Salah satunya penambahan sodium butirat dalam pakan dapat mengubah mikrobiota rumen seperti menekan bakteri pathogen, yang dapat menyebabkan penurunan produksi metana. Sodium butirat dapat mengurangi produksi metana yang dapat membantu dalam mitigasi perubahan iklim.</li></ul><div> </div><div> </div><p>Secara umum dapat disimpukan bahwa sodium butirat adalah senyawa yang bermanfaat untuk ternak ruminansia. Sodium butirat memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk peningkatan kesehatan rumen, risiko acidosis yang berkurang, peningkatan pertumbuhan dan perkembangan, peningkatan sistem imun, dan produksi metana yang berkurang.</p>								</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peran Asam Linoleat dalam Nutrisi Unggas</title>
		<link>https://fenanza.id/id_id/peran-asam-linoleat-dalam-nutrisi-unggas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Sep 2023 03:26:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Dialog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://fenanza.id/?p=3760</guid>

					<description><![CDATA[Asam linoleate adalah salah satu asam lemak essensial yang terpenting dibutuhkan dalam pakan terutama formulasi pakan unggas. Asam ini diklarifikasikan sebagai semi-vitamin dan ditemukan dalam minyak. Untuk memastikan bahwa ada dalam jumlah yang cukup dari asam lemak ini dalam pakan, setidaknya 1% dari minyak harus digunakan dalam formulasi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam linoleate [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="3760" class="elementor elementor-3760">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-9cd9b96 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="9cd9b96" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-b877bcf" data-id="b877bcf" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-a7a98bd elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="a7a98bd" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p>Asam linoleate adalah salah satu asam lemak essensial yang terpenting dibutuhkan dalam pakan terutama formulasi pakan unggas. Asam ini diklarifikasikan sebagai semi-vitamin dan ditemukan dalam minyak. Untuk memastikan bahwa ada dalam jumlah yang cukup dari asam lemak ini dalam pakan, setidaknya 1% dari minyak harus digunakan dalam formulasi pakan.</p>
<p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam linoleate memiliki efek yang menentukan pada stress dan fungsi kekebalan tubuh karena dapat sepenuhnya menghilangkan beberapa efek yang berbahaya yang dihasilkan dari tantangan kekebalan tubuh dan mengurangi angka kematian yang tergantung pada dosisnya. Akhirnya, asam linoleate adalah pengatur utama gen yang bertanggung jawab untuk metabolism lemak pada unggas, dan juga mengatur ekspresi gen yang mengkode stearoyl-CoA desaturase-1 dan proteinnya, serta aktivitas di hati unggas selama regulasi mRNA sterol regulatory element-related protein-1. Disisi lain, penting disediakan kebutuhan nutrisi asam linoleate untuk breeding, sesuai dengan rekomendasi yang ada di masing-masing strain breeding.</p>
<p><br>Gejala defisiensi untuk pembatas kurang dari kebutuhan, ketika asuransinya dikurangi 0,9% lebih sedikit dari kebutuhan, dalam hal ini volume telur yang dihasilkan menurun. Gejala redudansi, jika 10% dibawah target, ukuran dan jumlah telor yang dihasilkan akan berkurang. Asam linoleate memiliki kepentingan vital dan fungsional dalam pakan unggas,&nbsp;dan sangat penting diberikan ketika membuat formulasi pakan untuk semua jenis unggas, baik ayam pedaging dan ayam petelur, karena minyak dianggap sebagai salah satu sumber terpenting dalam asam lemak essensial ini, yang secara nutrisi diklasifikasikan sebagai semi-vitamin. Ahli nutrisi menyarankan penambahan minyak, terutama minyak kedelai, yang dapat memenuhi kebutuhan asam linoleate unggas, dengan memperhatikan dan memastikan kebutuhan energi berada dalam batas yang diperlukan, terutama pada unggas dan breeding.&nbsp;</p>
<p>Tidak ada resiko dari menambahkan minyak ke formulasi pakan unggas dan breeding. Beberapa bahkan mayoritas telah menambahkan minyak kedalam formulasi dan bisa mengharapkan anak ayam yang menetas mendapatkan kesehatan yang baik dan mempunyai kekebalan tubuh yang tinggi.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:.3pt;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm;
margin-left:11.0pt;margin-bottom:.0001pt"><b><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:
Arial;letter-spacing:-.05pt">M</span></b><b><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:
Arial;letter-spacing:.05pt">acam</span></b><b><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:
Arial;letter-spacing:-.05pt">&#8211;</span></b><b><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:
Arial">m<span style="letter-spacing:.05pt">a</span><span style="letter-spacing:
-.05pt">c</span><span style="letter-spacing:.05pt">a</span>m Min<span style="letter-spacing:-.05pt">y</span><span style="letter-spacing:.05pt">a</span>k<span style="letter-spacing:.15pt"> </span><span style="letter-spacing:-.05pt">y</span><span style="letter-spacing:.05pt">a</span>ng m<span style="letter-spacing:.05pt">e</span>ngandu<span style="letter-spacing:-.15pt">n</span>g<span style="letter-spacing:-.45pt"> </span>A<span style="letter-spacing:.05pt">sa</span>m L<span style="letter-spacing:.05pt">i</span>nol<span style="letter-spacing:-.05pt">e</span><span style="letter-spacing:.05pt">a</span>t</span></b><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:
Arial"><o:p></o:p></span></p>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" style="margin-left: 5.3pt;">
<tbody>
<tr style="mso-yfti-irow:0;mso-yfti-firstrow:yes;height:21.25pt;mso-height-rule: exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-width: 1pt; border-color: black; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-top:.1pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 0cm;margin-left:5.1pt;margin-bottom:.0001pt"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing: -.05pt">M</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing:.05pt">a</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family: Arial">c<span style="letter-spacing:.05pt">a</span>m<span style="letter-spacing: -.05pt">-m</span><span style="letter-spacing:.05pt">a</span>c<span style="letter-spacing:.05pt">a</span>m M<span style="letter-spacing:-.05pt">i</span><span style="letter-spacing:.05pt">n</span>y<span style="letter-spacing:.05pt">a</span>k<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top-width: 1pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-top-color: black; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left: none; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-top:.1pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 0cm;margin-left:42.7pt;margin-bottom:.0001pt"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial">Ra<span style="letter-spacing:.05pt">ta</span><span style="letter-spacing:-.05pt">&#8211;</span>rata<span style="letter-spacing:-.6pt"> </span>A<span style="letter-spacing:-.1pt">s</span><span style="letter-spacing:.05pt">a</span>m l<span style="letter-spacing:-.05pt">i</span><span style="letter-spacing:.05pt">no</span>le<span style="letter-spacing:-.05pt">a</span>te<span style="letter-spacing:.15pt"> </span>(%)<o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:1;height:21.25pt;mso-height-rule:exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:5.1pt;line-height:13.0pt;mso-line-height-rule: exactly"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial">S<span style="letter-spacing:.05pt">a</span><span style="letter-spacing:-.2pt">f</span>fl<span style="letter-spacing:.05pt">o</span>wer<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:0cm;margin-right:110.75pt; margin-bottom:0cm;margin-left:110.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center; line-height:13.0pt;mso-line-height-rule:exactly"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing: .05pt">78</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial"><o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:2;height:21.1pt;mso-height-rule:exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.1pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:5.1pt;line-height:13.0pt;mso-line-height-rule: exactly"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial">Gra<span style="letter-spacing:.05pt">p</span>e<span style="letter-spacing:-.05pt"> </span>S<span style="letter-spacing:.05pt">e</span><span style="letter-spacing:-.05pt">e</span>d<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.1pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:0cm;margin-right:110.75pt; margin-bottom:0cm;margin-left:110.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center; line-height:13.0pt;mso-line-height-rule:exactly"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing: .05pt">73</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial"><o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:3;height:21.25pt;mso-height-rule:exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-top:.1pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 0cm;margin-left:5.1pt;margin-bottom:.0001pt"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial">P<span style="letter-spacing:.05pt">opp</span>y<span style="letter-spacing:-.1pt">s</span><span style="letter-spacing:.05pt">e</span><span style="letter-spacing:-.05pt">e</span>d<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:.1pt;margin-right:110.75pt; margin-bottom:0cm;margin-left:110.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family: Arial;letter-spacing:.05pt">70</span><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial"><o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:4;height:21.25pt;mso-height-rule:exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:5.1pt;line-height:13.0pt;mso-line-height-rule: exactly"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial">Hemp<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:0cm;margin-right:110.75pt; margin-bottom:0cm;margin-left:110.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center; line-height:13.0pt;mso-line-height-rule:exactly"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing: .05pt">68</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial"><o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:5;height:21.15pt;mso-height-rule:exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.15pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:5.1pt"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial">S<span style="letter-spacing:.05pt">un</span>fl<span style="letter-spacing:.05pt">o</span><span style="letter-spacing:-.15pt">w</span><span style="letter-spacing:.05pt">e</span>r<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.15pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:0cm;margin-right:110.75pt; margin-bottom:0cm;margin-left:110.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family: Arial;letter-spacing:.05pt">60</span><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial"><o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:6;height:21.25pt;mso-height-rule:exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-top:.1pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 0cm;margin-left:5.1pt;margin-bottom:.0001pt"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial">Corn<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:.1pt;margin-right:110.75pt; margin-bottom:0cm;margin-left:110.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family: Arial;letter-spacing:.05pt">59</span><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial"><o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:7;height:21.25pt;mso-height-rule:exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:5.1pt;line-height:13.0pt;mso-line-height-rule: exactly"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing:-.05pt">W</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family: Arial;letter-spacing:.05pt">hea</span><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial">t<span style="letter-spacing:-.05pt"> </span><span style="letter-spacing:.05pt">ge</span>rm<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:0cm;margin-right:110.75pt; margin-bottom:0cm;margin-left:110.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center; line-height:13.0pt;mso-line-height-rule:exactly"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing: .05pt">55</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial"><o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:8;height:21.1pt;mso-height-rule:exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.1pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:5.1pt;line-height:13.0pt;mso-line-height-rule: exactly"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial">Co<span style="letter-spacing:.05pt">t</span>t<span style="letter-spacing:.05pt">o</span>n<span style="letter-spacing:-.05pt"> </span>s<span style="letter-spacing:.05pt">e</span><span style="letter-spacing:-.05pt">e</span>d<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.1pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:0cm;margin-right:110.75pt; margin-bottom:0cm;margin-left:110.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center; line-height:13.0pt;mso-line-height-rule:exactly"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing: .05pt">54</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial"><o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:9;height:21.25pt;mso-height-rule:exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:5.1pt;line-height:13.0pt;mso-line-height-rule: exactly"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial">S<span style="letter-spacing:.05pt">o</span>y<span style="letter-spacing:.05pt">b</span><span style="letter-spacing:-.05pt">e</span><span style="letter-spacing:.05pt">a</span>n<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:0cm;margin-right:110.75pt; margin-bottom:0cm;margin-left:110.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center; line-height:13.0pt;mso-line-height-rule:exactly"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing: .05pt">51</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial"><o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:10;height:21.25pt;mso-height-rule:exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:5.1pt;line-height:13.0pt;mso-line-height-rule: exactly"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing:-.4pt">W</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family: Arial;letter-spacing:.05pt">a</span><span style="font-size:12.0pt;font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial">ln<span style="letter-spacing: .05pt">u</span>t<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:0cm;margin-right:110.75pt; margin-bottom:0cm;margin-left:110.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center; line-height:13.0pt;mso-line-height-rule:exactly"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing: .05pt">51</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial"><o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:11;height:21.1pt;mso-height-rule:exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.1pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:5.1pt;line-height:13.0pt;mso-line-height-rule: exactly"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial">S<span style="letter-spacing:.05pt">e</span>s<span style="letter-spacing:.05pt">a</span><span style="letter-spacing:-.05pt">m</span>e<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.1pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:0cm;margin-right:110.75pt; margin-bottom:0cm;margin-left:110.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center; line-height:13.0pt;mso-line-height-rule:exactly"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing: .05pt">45</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial"><o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:12;height:21.25pt;mso-height-rule:exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:5.1pt;line-height:13.0pt;mso-line-height-rule: exactly"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial">R<span style="letter-spacing:-.05pt">i</span>ce<span style="letter-spacing:.05pt"> b</span>r<span style="letter-spacing:.05pt">a</span>n<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:0cm;margin-right:110.75pt; margin-bottom:0cm;margin-left:110.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center; line-height:13.0pt;mso-line-height-rule:exactly"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing: .05pt">39</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial"><o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:13;height:21.25pt;mso-height-rule:exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:5.1pt"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial">Pist<span style="letter-spacing:.05pt">a</span>c<span style="letter-spacing:.05pt">h</span>io<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:0cm;margin-right:110.75pt; margin-bottom:0cm;margin-left:110.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family: Arial;letter-spacing:.05pt">33</span><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial"><o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:14;height:21.1pt;mso-height-rule:exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.1pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:5.1pt;line-height:13.0pt;mso-line-height-rule: exactly"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial">P<span style="letter-spacing:.05pt">ea</span><span style="letter-spacing:-.05pt">n</span><span style="letter-spacing:.05pt">u</span>t<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.1pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:0cm;margin-right:110.75pt; margin-bottom:0cm;margin-left:110.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center; line-height:13.0pt;mso-line-height-rule:exactly"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing: .05pt">32</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial"><o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:15;height:21.25pt;mso-height-rule:exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:5.1pt;line-height:13.0pt;mso-line-height-rule: exactly"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial">Ca<span style="letter-spacing:.05pt">no</span>la<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:0cm;margin-right:110.75pt; margin-bottom:0cm;margin-left:110.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center; line-height:13.0pt;mso-line-height-rule:exactly"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing: .05pt">21</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial"><o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:16;height:21.25pt;mso-height-rule:exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:5.1pt;line-height:13.0pt;mso-line-height-rule: exactly"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing:.05pt">La</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family: Arial">rd<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:0cm;margin-right:110.75pt; margin-bottom:0cm;margin-left:110.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center; line-height:13.0pt;mso-line-height-rule:exactly"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing: .05pt">10</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial"><o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:17;height:21.1pt;mso-height-rule:exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.1pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:5.1pt;line-height:13.0pt;mso-line-height-rule: exactly"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial">Olive<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.1pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:0cm;margin-right:110.75pt; margin-bottom:0cm;margin-left:110.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center; line-height:13.0pt;mso-line-height-rule:exactly"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing: .05pt">10</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial"><o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:18;height:21.25pt;mso-height-rule:exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:5.1pt;line-height:13.0pt;mso-line-height-rule: exactly"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial">P<span style="letter-spacing:.05pt">a</span>lm<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:0cm;margin-right:110.75pt; margin-bottom:0cm;margin-left:110.85pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center; line-height:13.0pt;mso-line-height-rule:exactly"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing: .05pt">10</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial"><o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:19;height:21.1pt;mso-height-rule:exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.1pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:5.1pt;line-height:13.0pt;mso-line-height-rule: exactly"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial">Coc<span style="letter-spacing:.05pt">o</span>a<span style="letter-spacing:-.05pt"> </span><span style="letter-spacing:.05pt">bu</span>t<span style="letter-spacing:-.05pt">t</span><span style="letter-spacing:.05pt">e</span>r<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.1pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:0cm;margin-right:114.3pt; margin-bottom:0cm;margin-left:114.1pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center; line-height:13.0pt;mso-line-height-rule:exactly"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial">3<o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:20;height:21.25pt;mso-height-rule:exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-top:.1pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 0cm;margin-left:5.1pt;margin-bottom:.0001pt"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing: -.05pt">M</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing:.05pt">a</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family: Arial">c<span style="letter-spacing:.05pt">ada</span><span style="letter-spacing: -.05pt">m</span>ia<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:.1pt;margin-right:114.3pt; margin-bottom:0cm;margin-left:114.1pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family: Arial">2<o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:21;height:21.25pt;mso-height-rule:exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:5.1pt"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial;letter-spacing: .05pt">Bu</span><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial">t<span style="letter-spacing:.05pt">te</span>r<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:0cm;margin-right:114.3pt; margin-bottom:0cm;margin-left:114.1pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family: Arial">2<o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
<tr style="mso-yfti-irow:22;mso-yfti-lastrow:yes;height:21.25pt;mso-height-rule: exactly">
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-right-width: 1pt; border-bottom-width: 1pt; border-left-width: 1pt; border-right-color: black; border-bottom-color: black; border-left-color: black; border-top: none; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:5.1pt;line-height:13.0pt;mso-line-height-rule: exactly"><span style="font-size:12.0pt;font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif; mso-fareast-font-family:Arial">Coc<span style="letter-spacing:.05pt">on</span><span style="letter-spacing:-.05pt">u</span>t<o:p></o:p></span></p>
</td>
<td width="319" valign="top" style="width: 239.45pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom-width: 1pt; border-bottom-color: black; border-right-width: 1pt; border-right-color: black; padding: 0cm; height: 21.25pt;">
<p class="MsoNormal" align="center" style="margin-top:0cm;margin-right:114.3pt; margin-bottom:0cm;margin-left:114.1pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:center; line-height:13.0pt;mso-line-height-rule:exactly"><span style="font-size:12.0pt; font-family:&quot;Arial&quot;,sans-serif;mso-fareast-font-family:Arial">2<o:p></o:p></span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>								</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengujian Kualitas Pakan yang Canggih,  Cepat dan Akurat dengan NIR Spektroskopi</title>
		<link>https://fenanza.id/id_id/pengujian-kualitas-pakan-yang-canggih-cepat-dan-akurat-dengan-nir-spektroskopi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2022 04:54:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Dialog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://fenanza.id/?p=3254</guid>

					<description><![CDATA[RUBRIK KONSULTASI TROBOS Sumadi – Jawa Tengah             Saat sekarang harga bahan baku pakan sangat fluktuatif di pasaran, dimana hal ini sangat membebani kami sebagai para peternak layer (ayam petelur) khususnya yang membuat pakan sendiri. Kami selalu merasa khawatir dengan kualitas pakan yang akan diberikan pada hewan ternak. Namun minggu lalu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="3254" class="elementor elementor-3254">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-9cd9b96 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="9cd9b96" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-b877bcf" data-id="b877bcf" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-a7a98bd elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="a7a98bd" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p><strong>RUBRIK KONSULTASI TROBOS</strong></p><p><strong><em>Sumadi – Jawa Tengah</em></strong></p><p>            <em><span style="color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-385b156-font-family ), Sans-serif; font-size: var( --e-global-typography-385b156-font-size ); font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight ); letter-spacing: var( --e-global-typography-385b156-letter-spacing ); word-spacing: var( --e-global-typography-385b156-word-spacing );">Saat sekarang harga bahan baku pakan sangat fluktuatif di pasaran, dimana hal ini sangat membebani kami sebagai para peternak layer (ayam petelur) khususnya yang membuat pakan sendiri. Kami selalu merasa khawatir dengan kualitas pakan yang akan diberikan pada hewan ternak. Namun minggu lalu kami mendengar dari teman sesama peternak layer yang menyampaikan bahwa Fenanza juga menjual alat analisa pengujian Spektro. Mohon penjelasannya tentang kegunaan alat tersebut terutama kemampuannya menganalisa bahan baku pakan hewan ternak. Terima kasih</span></em></p><p><strong><em>Jawaban</em></strong></p><p>Terima kasih atas pertanyaannya. Memang benar bahwa saat ini Fenanza telah dipercaya bekerjasama dengan sebuah perusahaan alat pengujian pakan NIR Spektroskopi terkemuka dunia yaitu BUCHI Switzerland. Seperti kita ketahui bahwa pada industri pakan ternak, nutrisi pada pakan menjadi salah satu faktor penting, khususnya parameter proximat (kadar air, protein, lemak, abu, serat). Dalam proses produksi pakan, kualitas bahan baku dari supplier pada saat tertentu sangat fluktuatif. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi ahli nutrisi pakan untuk membuat formula pakan. Tantangan lainnya Pengujian Kualitas Pakan yang Canggih, Cepat dan Akurat dengan NIR Spektroskopi Pertanyaan : Saat sekarang harga bahan baku pakan sangat fluktuatif di pasaran, dimana hal ini sangat membebani kami sebagai para peternak layer (ayam petelur) khususnya yang membuat pakan sendiri. Kami selalu merasa khawatir dengan kualitas pakan yang akan diberikan pada hewan ternak. Namun minggu lalu kami mendengar dari teman sesama peternak layer yang menyampaikan bahwa Fenanza juga menjual alat analisa pengujian Spektro. </p><p><span style="color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-385b156-font-family ), Sans-serif; font-size: var( --e-global-typography-385b156-font-size ); font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight ); letter-spacing: var( --e-global-typography-385b156-letter-spacing ); word-spacing: var( --e-global-typography-385b156-word-spacing );">Mohon penjelasannya tentang kegunaan alat tersebut terutama kemampuannya menganalisa bahan baku pakan hewan ternak. Terima kasih Sumadi – Jawa Tengah datang dari tim produksi dan QC (Quality Control), saat adanya pergantian formula karena adanya fluktuasi kualitas bahan baku, tim QC harus bekerja lebih ekstra dengan meningkatkan frekuensi pengambilan sampel pakan untuk dianalisa di laboratorium. Hal ini menyebabkan laboratorium menjadi kelebihan kapasitas sehingga release produk pakan menjadi tertunda. </span></p><p>Tidak dapat dipungkiri bahwa saat sekarang penggunaan alat<br />analisa kualitas pakan sangat dibutuhkan. NIR Spektoskopi (NIRS)<br />adalah metode analisis yang cepat, akurat, dan tidak merusak<br />sampel. Berbagai jenis sampel dapat dianalisa dalam hitungan detik<br />dengan tahapan preparasi minimal atau bahkan tanpa preparasi<br />sama sekali. NIRS dapat digunakan untuk memverifikasi identitas<br />sampel dan untuk menganalisa beberapa sifat kimia dan fisik secara<br />bersamaan, untuk industri pakan ternak khususnya parameter<br />proximat. NIRS sangat cocok digunakan di laboratorium, at-line,<br />maupun secara online pada proses produksi pakan sehingga kualitas<br />pakan yang dihasilkan dapat dipantau secara real-time. NIRS dapat<br />menganalisa 15 – 30 parameter secara bersamaan. <span style="color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-385b156-font-family ), Sans-serif; font-size: var( --e-global-typography-385b156-font-size ); font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight ); letter-spacing: var( --e-global-typography-385b156-letter-spacing ); word-spacing: var( --e-global-typography-385b156-word-spacing );"><br /></span></p><p>Tidak dapat dipungkiri bahwa saat sekarang penggunaan alat<br />analisa kualitas pakan sangat dibutuhkan. NIR Spektoskopi (NIRS)<br />adalah metode analisis yang cepat, akurat, dan tidak merusak<br />sampel. Berbagai jenis sampel dapat dianalisa dalam hitungan detik<br />dengan tahapan preparasi minimal atau bahkan tanpa preparasi<br />sama sekali. NIRS dapat digunakan untuk memverifikasi identitas<br />sampel dan untuk menganalisa beberapa sifat kimia dan fisik secara<br />bersamaan, untuk industri pakan ternak khususnya parameter<br />proximat. NIRS sangat cocok digunakan di laboratorium, at-line,<br />maupun secara online pada proses produksi pakan sehingga kualitas<br />pakan yang dihasilkan dapat dipantau secara real-time. NIRS dapat<br />menganalisa 15 – 30 parameter secara bersamaan.</p><p> Tidak dapat dipungkiri bahwa saat sekarang penggunaan alat analisa kualitas pakan sangat dibutuhkan. NIR Spektoskopi (NIRS) adalah metode analisis yang cepat, akurat, dan tidak merusak sampel. Berbagai jenis sampel dapat dianalisa dalam hitungan detik dengan tahapan preparasi minimal atau bahkan tanpa preparasi sama sekali. NIRS dapat digunakan untuk memverifikasi identitas sampel dan untuk menganalisa beberapa sifat kimia dan fisik secara bersamaan, untuk industri pakan ternak khususnya parameter proximat. NIRS sangat cocok digunakan di laboratorium, at-line, maupun secara online pada proses produksi pakan sehingga kualitas pakan yang dihasilkan dapat dipantau secara real-time. NIRS dapat menganalisa 15 – 30 parameter secara bersamaan. </p><p><span style="color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-385b156-font-family ), Sans-serif; font-size: var( --e-global-typography-385b156-font-size ); font-weight: var( --e-global-typography-385b156-font-weight ); letter-spacing: var( --e-global-typography-385b156-letter-spacing ); word-spacing: var( --e-global-typography-385b156-word-spacing );">. </span><strong style="color: var( --e-global-color-text ); font-family: var( --e-global-typography-385b156-font-family ), Sans-serif; font-size: var( --e-global-typography-385b156-font-size ); letter-spacing: var( --e-global-typography-385b156-letter-spacing ); word-spacing: var( --e-global-typography-385b156-word-spacing );">TROBOS/Ad</strong></p>								</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Mencegah dan Mengatasi Mycotoxin Pada Babi</title>
		<link>https://fenanza.id/id_id/cara-mencegah-dan-mengatasi-mycotoxin-pada-babi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Dec 2021 15:22:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Dialog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://fenanza.id/?p=747</guid>

					<description><![CDATA[RUBRIK KONSULTASI TROBOS Sutrisno – Peternak babi asal Jawa Tengah             Senang sekali dapat kembali menghubungi bapak lewat rubrik dialog ini, dimana sebenarnya saya adalah pelanggan setia majalah TROBOS Livestock yang selalu membaca rubrik yang bapak tulis sejak 2004 hingga 2012, dan merasakan banyak manfaatnya untuk peternakan saya. Begini pak, saya Sutrisno peternak babi di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="747" class="elementor elementor-747">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-9cd9b96 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="9cd9b96" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-b877bcf" data-id="b877bcf" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-a7a98bd elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="a7a98bd" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p><strong>RUBRIK KONSULTASI TROBOS</strong></p><p><strong><em>Sutrisno – Peternak babi asal Jawa Tengah</em></strong></p><p>            <em>Senang sekali dapat kembali menghubungi bapak lewat rubrik dialog ini, dimana sebenarnya saya adalah pelanggan setia majalah TROBOS Livestock yang selalu membaca rubrik yang bapak tulis sejak 2004 hingga 2012, dan merasakan banyak manfaatnya untuk peternakan saya. Begini pak, saya Sutrisno peternak babi di daerah Jawa Tengah, akhir-akhir ini babi dikandang terutama setelah disapih hingga pada fase finisher siap potong sering sekali mencret dan lemas tiba-tiba, yang akhirnya menyebabkan babi cepat mati walaupun kelihatannya gemuk. Setelah di analisis jeroannya, hampir semua hati babi yang mati tersebut pucat dan rapuh. Hasil berdiskusi dengan sesama peternak babi dan para ahli yang saya temui bahwa kemungkinan besar babi-babi tersebut mati akibat infeksi mikotoksin (Mycotoxin). Saya ingin tanyakan, apa itu Mycotoxin dan bagaimana cara mencegah atau mengobatinya? Terimakasih atas jawabannya.</em></p><p><strong><em>Jawaban</em></strong></p><p>Terimakasih atas kesetiaan bapak mengikuti rubrik ini, semoga selanjutnya kita bisa berkomunikasi secara rutin mencari tahu hal-hal yang dapat mengembangkan peternakan babi khususnya.</p><p><em>Mycotoxin</em> berasal dari kata <em>Myco</em> yang artinya jamur/ kapang dan <em>Toxin </em>berarti racun. Jadi <em>Mycotoxin</em> dapat didefinisikan secara sederhana sebagai racun yang dihasilkan jamur/ kapang. Namun pertanyaannya apakah semua jamur itu menghasilkan <em>toxin</em>? Tentu hal ini tidak, contohnya jamur yang sering kita makan tidak menghasilkan racun. Namun untuk jamur-jamur tertentu seperti <em>Aspergillus flavus</em> merupakan jamur yang menghasilkan mikotoksin yang sangat berbahaya dan disebut<em> aflatoxin</em>. Hampir semua produk pertanian dapat mengandung aflatoxin meskipun biasanya masih pada kadar toleransi.</p><p>Jamur atau kapang ini biasanya tumbuh pada penyimpanan biji-bijian atau bahan baku pakan yang tidak memperhatikan faktor kelembaban (min 7 %) dan bertemperatur tinggi, dimana daerah tropis merupakan tempat berkembang biaknya jamur atau kapang yang paling ideal. Perlu diketahui bahwa <em>mycotoxin</em> tidak bisa dibunuh walaupun dengan menggunakan temperatur tinggi sekalipun. Karena itu, yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pencegahan atau mengikat mycotoxin yang telah berada dalam bahan baku pakan ternak. </p><p>Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak sekali penelitian yang dilakukan para ilmuwan untuk mencegah menyebarnya dampak negatif dari mycotoxin ini. Salah satu perusahaan Jerman yang terus melakukan penelitian yaitu EW NUTRITION yang telah berhasil mengeluarkan produk untuk mengikat mycotoxin yaitu MASTERSORB. Produk ini merupakan mycotoxin binder (pengikat mikotoksin) generasi terbaru yang telah dilengkapi dengan senyawa aktif yang berperan sebagai <em>hepatoprotector</em> ( melindungi kerapuhan hati akibat serangan mycotoxin). </p><p>“Spesifik Bentonite” yang terkandung di dalam MASTERSORB sangat efektif mengikat mycotoxin terutama jenis<em> aflatoxin</em>. Sedangkan <em>B-D Glucan</em> yaitu ekstrak dari dinding yeast <em>Saccharomyces cereviceae</em> dengan ikatan van der walls-nya dapat mengikat berbagai jenis <em>mycotoxin</em> lebih spesifik seperti <em>Zearalenone, Fumonisin, T2 toxin</em> dan masih banyak lagi mycotoxin yang berbahaya lainnya.</p><p>Kandungan spesifik yang membedakan dari produk lain yaitu adanya Sylimarin yang dikandung MASTERSORB, dimana sylimarin merupakan ekstrak dari milk thirstle yaitu senyawa aktif sebagai sumber antioksidan yang dapat merangsang regenerasi sel pada organ hati sehingga lebih sehat dan mampu mendetoksikasi racun mycotoxin lebih</p><p>optimal walaupun hanya dengan dosis pencegahan 0.5 kg per ton pakan. Jadi gunakanlah selalu mycotoxin binder MASTERSORB dalam semua fase pakan agar terhindar dari kerugian akibat kematian babi yang terinfeksi mycotoxin.</p><p>Demikian yang dapat kami jelaskan, jika ada hal lain yang ingin ditanyakan lebih lanjut, harap dapat menghubungi kami lewat rubrik ini. Selamat mencoba pak, semoga sukses. <strong>TROBOS/Adv</strong></p>								</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meningkatkan Vitalitas dan Mencegah Dehidrasi pada Sapi Perah</title>
		<link>https://fenanza.id/id_id/meningkatkan-vitalitas-dan-mencegah-dehidrasi-pada-sapi-perah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Dec 2021 15:21:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Dialog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://fenanza.id/?p=746</guid>

					<description><![CDATA[Pertanyaan :             Sebagai peternak sapi perah menginginkan ternak sapinya selalu dalam kondisi sehat dengan nafsu makan baik untuk memberikan hasil produksi yang optimal. Maka itu, kami mencoba memberikan suplemen tambahan melalui air minum pada ternak sapinya terutama setelah melahirkan atau diberikan pada musim kemarau panjang. Adapun suplemen tambahan yang kami berikan hanya campuran dedak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="746" class="elementor elementor-746">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-9cd9b96 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="9cd9b96" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-b877bcf" data-id="b877bcf" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-a7a98bd elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="a7a98bd" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p><strong>Pertanyaan :</strong></p><p><em>            Sebagai peternak sapi perah menginginkan ternak sapinya selalu dalam kondisi sehat dengan nafsu makan baik untuk memberikan hasil produksi yang optimal. Maka itu, kami mencoba memberikan suplemen tambahan melalui air minum pada ternak sapinya terutama setelah melahirkan atau diberikan pada musim kemarau panjang. Adapun suplemen tambahan yang kami berikan hanya campuran dedak halus ditambahkan vitamin dan mineral elektrolit (garam) yang dilarutkan kedalam air kemudian ditambah produk probiotik. Hasil suplementasi tersebut cukup membantu menjaga kondisi ternak tetapi pada kondisi kritis seperti cuaca yang panas dan pada fase setelah melahirkan masih saya temukan kasus pada ternak sapi kami yang lemah sehingga nafsu makan sedikit kurang. Kami membutuhkan informasi dari Bapak, bagaimana dan tambahan apa untuk membuat campuran suplemen yang baik melalui air minum dalam menjaga vitalitas dan mencegah dehidrasi sebagai penunjang kesehatan ternak sapinya. Terimakasih.</em></p><p><strong>(Alfian – Tasikmalaya, Jawa Barat)</strong></p><p><strong>Jawaban</strong></p><p><strong>Dear Pak Alfian – Tasikmalaya, Jawa Barat</strong></p><p>Penambahan atau suplementasi pada ternak ruminansia untuk memperkaya asupan nutrisi memang salah satunya dapat dilakukan melalui air minum/dicekok (langsung melalui mulut – kerongkongan) selain dapat juga diberikan melalui campuran pakan ataupun suntikan (injeksi). Hal ini tergantung pada fokus tujuan suplementasinya yaitu jenis bahan suplemen, target suplementasi, waktu reaksi, dan kebiasaan atau kemudahan aplikasinya. Untuk suplementasi melalui air minum yang perlu diperhatikan adalah diantaranya pertama kualitas sumber air sebagai carrier. Lalu, kedua kehalusan dan kelarutan bahan baku suplemen dalam air. Ketiga, kebersihan wadah tampungan dan pencampuran bahan terlarut sempurna. Terakhir, waktu pemberian bahan yang sudah tercampur air harus segera diberikan pada ternak untuk mencegah kontaminasi dan kerusakan bahan aktif (fresh). Komponen utama bahan penyusun suplemen air minum untuk ternak ruminansia dengan target meningkatkan vitalitas dan mencegah dehidrasi dapat diperkaya dengan : 1. Yeast aktif; 2. Probiotik (Lactobacillus acidophilus, Enterococcus faecium); 3. Enzim (amylase, protease, cellulase); 4. Vitamin larut air seperti B kompleks; 5. Mineral sumber kalsium, buffer dan sumber fosfat; 6. Mineral elektrolit seperti Mg, Na, Cl, K; 7. Bahan sumber energi seperti glukosa powder; 8. Bahan Baku tepung sumber nutrisi (tepung alfafa, dedak halus, gandum halus). Produk probiotik yang ditambahkan pada suplemen melalui air minum bisa dipilih dalam bentuk powder karena pertimbangan tingkat kestabilan kultur/biang mikroba lebih stabil, sehingga sesaat setelah dicampur dalam larutan air minum probiotik dapat segera aktif dengan tingkat kontaminasi yang rendah. Probiotik <strong>UB LAC </strong>adalah produk yang kami rekomendasikan sebagai agen pemerkaya mikroba rumen dalam menjaga kesehatan ternak ruminansia yang aktif pada pemberian suplemen melalui air minum. Komposisi bahan aktif suplemen dicampur terlebih dahulu dalam bentuk powder untuk memudahkan penyimpanan dan memperpanjang umur simpan. Selanjutnya bahan powder tersebut dapat dicampurkan kedalam air sebagai biang/kultur produk yang umumnya setelah dalam bentuk larutan disebut <strong>Fresh Drench</strong>. Adapun aplikasinya untuk 1 ekor ternak ruminan per hari yaitu campuran dosis 0,5 kg bahan aktif powder ditambah 1 kg bahan baku sumber nutrisi (tepung alfafa, dedak halus, gandum halus) dilarutkan dalam 20 liter air bersih yang hangat suhu 35 &#8211; 400 C. Diberikan segera habis pada ternak setelah suhu larutan turun (suhu ruang), dengan frekuensi pemberian 2 kali sehari. Suplementasi ini dapat diberikan selama 3 hari berturut-turut untuk mengembalikan kondisi ternak yang sakit, pada kondisi cuaca panas dan terindikasi ternak mengalami stres dehidrasi. Selain itu, dapat membantu memulihkan kondisi ternak setelah melahirkan sehingga dapat memacu peningkatan produksi susu, dan dapat digunakan untuk menjaga kesehatan ternak. Adapun komposisi dan susunan bahan aktif dapat berkonsultasi dengan Fenanza Team.Terimakasih.</p>								</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Wet Dropping pada Unggas Melalui Penambahan Mycotoxin Binder</title>
		<link>https://fenanza.id/id_id/mengatasi-wet-dropping-pada-unggas-melalui-penambahan-mycotoxin-binder/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Dec 2021 15:19:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Dialog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://fenanza.id/?p=745</guid>

					<description><![CDATA[Pertanyaan : Daryanto – Pasuruan, Jawa Timur Kami formulator dari  salah satu feedmill yang memproduksi pakan broiler di daerah Jawa Timur.  Saat ini kami sedang mengalami kendala yang cukup serius, dimana pakan broiler yang kami produksi menyebabkan unggas mengalami wet dropping.  Melalui kesempatan ini kami ingin menanyakan solusi dari permasalahan tersebut dan apakah ada suplementasi dari feed additive yang tepat yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="745" class="elementor elementor-745">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-9cd9b96 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="9cd9b96" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-b877bcf" data-id="b877bcf" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-a7a98bd elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="a7a98bd" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p><strong>Pertanyaan :</strong></p><p>Daryanto – Pasuruan, Jawa Timur</p><p>Kami formulator dari  salah satu feedmill yang memproduksi pakan broiler di daerah Jawa Timur.  Saat ini kami sedang mengalami kendala yang cukup serius, dimana pakan broiler yang kami produksi menyebabkan unggas mengalami <em>wet dropping. </em> Melalui kesempatan ini kami ingin menanyakan solusi dari permasalahan tersebut dan apakah ada suplementasi dari <em>feed additive</em> yang tepat yang bisa mengatasinya. </p><p><strong>Jawaban</strong> :</p><p>Dear Bapak Daryanto,</p><p>Terima kasih atas pertanyaannya. Terus terang ini adalah suatu pertanyaan yang sulit-sulit gampang mengingat bahwa penyebab <em>wet dropping</em> pada peternakan ayam broiler tidak hanya disebabkan oleh satu faktor tapi oleh banyak faktor bahkan kombinasi dari faktor-faktor tersebut.   Namun demikian, kami akan sedikit memberikan pemikiran tentang <em>wet dropping</em>. </p><p>Kotoran basah (<em>wet dropping)</em> merupakan salah satu permasalahan klasik pada peternakan unggas di negara tropik seperti di Indonesia. Kondisi iklim yang hangat dan lembab, sistem pemeliharaan yang masih sederhana, tingkat stres lingkungan yang tinggi merupakan beberapa penyebab dari permasalahan ini. Beberapa ahli mengatakan bahwa w<em>et dropping</em> merupakan penyakit non-infeksius yang disebabkan karena faktor eksternal (lingkungan) dan intrinsik (kelebihan ekskresi air). W<em>et dropping</em> juga dapat disebabkan karena diare yang merupakan penyakit infeksius pada saluran pencernaan akibat adanya gangguan nutrisi atau karena adanya agen infeksius seperti virus, bakteri, parasit, mikotoksin, malabsorbsi, dll.</p><p><strong>Manajemen kandang</strong></p><p>Kelalaian pengontrolan suhu, kelembaban, dan densitas (kepadatan) ayam di dalam kandang akan menyebabkan ayam mengalami <em>heat stress </em>sehingga ayam lebih <a href="http://dokterternak.com/2012/08/08/heat-stress-stress-karena-panas-penjelasan-gejalaciri-resiko-dan-penanganannya-www-dokterternak-com/">banyak minum</a> dibandingkan makan, dan feses yang dikeluarkan memiliki konsistensi lebih cair atau lembek.</p><p>Penyebab <em>wet dropping</em> yang paling sering ditemukan dalam pakan adalah bahan baku (biji-bijian) yang berjamur karena penyimpanan yang kurang sempurna, sehingga menghasilkan mikotoksin. Meskipun tidak semua jamur menghasilkan racun, namun tidak ada jaminan bahwa bahan baku pakan yang digunakan terbebas dari kontaminasi mikotoksin, terutama jenis aflatoksin dan T-2 toksin yang menyebabkan iritasi saluran pencernaan dan menyebabkan terjadinya kasus <em>wet dropping (diare)</em>. </p><p>Kondisi pakan yang kurang bagus tersebut dapat memperbesar resiko meningkatnya FCR (Feed Conversion Rate), karena tingkat kematian lebih tinggi. <em> </em>Selain itu <em>wet dropping</em> dapat disebabkan karena protein yang tidak tercerna dengan baik, sehingga menyebabkan kotoran basah yang mengandung amonia dan menimbulkan bau busuk. Bau busuk yang ditimbulkan dapat menyebabkan ayam mudah terkena penyakit pernafasan. Sementara itu mikotoksin jenis ochratoxin A, citrinin, dan oosporin dapat menyebabkan perubahan fungsi ginjal seperti terjadinya poliuria (produksi urin yang berlebihan) sehingga feses menjadi basah yang pada akhirnya bisa menurunkan <em>feed intake</em>. Turunnya sistem pertahanan tubuh ayam, serta respon vaksin yang tidak maksimal, juga dapat menyebabkan kejadian <em>wet dropping</em>.</p><p>Salah satu langkah pencegahan selain peningkatan sanitasi adalah <em>Mycotoxin Risk Assessment</em>, yaitu analisa kadar mikotoksin bahan baku yang akan digunakan (dapat dilakukan oleh Fenanza Laboratory Team). Apabila hasil menunjukkan adanya paparan mikotoksin, kemudian ditentukan batas level toleransi kadar mikotoksin dan efek yang timbul pada ayam (referensi standar).  </p><p>Adapun suplemen kesehatan non antibiotik yang kami sarankan adalah pemberian agen pengikat mikotoksin yang diperkaya dengan senyawa <em>herbal medicine</em> yaitu <strong>MASTERSORB,</strong> untuk dosis pencegahan adalah 0,5 kg per ton pakan. Namun jika sudah terjadi <em>outbreak</em>, maka dosis pengobatan harus dilakukan adalah 2 kg per ton pakan (<em>inclusion</em> pada pakan) selama 1 minggu berturut-turut atau sampai gejala klinis mereda.</p><p><strong>MASTERSORB</strong> adalah produk <em>Mycotoxin Binder</em> yang mampu memberikan pencegahan dini terhadap kasus terakumulasinya mikotoksin pada tubuh ayam terutama pada saluran pencernaan karena Mastersorb merupakan  <em>Mycotoxin binder</em> yang berkualitas dan mampu mengikat toksin dengan konsentrasi tinggi (<em>high adsorbing</em>), bersifat mengikat kuat lebih dari 1 jenis mikotoksin (<strong>punya spektrum luas</strong> dalam mengikat berbagai jenis toksin), efektif mengikat mikotoksin meskipun dengan dosis rendah, tahan terhadap pemanasan <em>pelleting</em> 80-85<sup>0</sup>C pada proses pembuatan pakan, dan tidak mengikat nutrisi mikro dalam pakan seperti vitamin dan mineral. <strong>MASTERSORB</strong> sebagai masternya pengikat mikotoksin memberikan 2 pilihan produk yaitu <strong>MASTERSORB FM</strong> untuk pemeliharaan regular seperti broiler, dan <strong>MASTERSORB GOLD</strong> untuk menanggulangi akumulasi mikotoksin yang lebih komplek terutama untuk breeder dan layer.  Demikian yang dapat kami sampaikan semoga bisa menjadi solusi yang efektif dalam mengatasi <em>wet dropping</em> pada unggas yang mengkonsumsi pakan broiler yang bapak produksi.  Salam.</p><p>(Trobos &#8211; Jan,2019)</p>								</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meningkatkan Peforma Pakan Udang Melalui Penambahan Pellet Binder yang Tepat</title>
		<link>https://fenanza.id/id_id/meningkatkan-peforma-pakan-udang-melalui-penambahan-pellet-binder-yang-tepat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Dec 2021 15:17:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Dialog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://fenanza.id/?p=744</guid>

					<description><![CDATA[Pertanyaan: Bapak Anton – Surabaya  Kami formulator pakan dari salah satu feedmill di Jawa Timur yang memproduksi pakan udang, dimana saat ini karena alasan ekonomis banyak menggunakan bahan-bahan nabati yang mengandung lemak dan serat diantaranya dedak padi, bungkil kelapa sawit, dan bungkil kopra. Akan tetapi, akibat pemakaian bahan-bahan tersebut kualitas pelet kami menjadi mudah patah, pendek-pendek, gampang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="744" class="elementor elementor-744">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-9cd9b96 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="9cd9b96" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-b877bcf" data-id="b877bcf" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-a7a98bd elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="a7a98bd" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p><strong>Pertanyaan:</strong></p><p>Bapak Anton – Surabaya </p><p>Kami formulator pakan dari salah satu <em>feedmill</em> di Jawa Timur yang memproduksi pakan udang, dimana saat ini karena alasan ekonomis banyak menggunakan bahan-bahan nabati yang mengandung lemak dan serat diantaranya dedak padi, bungkil kelapa sawit, dan bungkil kopra. Akan tetapi, akibat pemakaian bahan-bahan tersebut kualitas pelet kami menjadi mudah patah, pendek-pendek, gampang luruh ketika pakan berada di dalam air serta banyak debu. Kami sudah mencoba menggunakan bahan perekat pelet seperti terigu dan tepung gaplek (<em>cassava</em>), tetapi sejauh ini belum berhasil memperbaiki kualitas pelet yang kami produksi. Sebagaimana diketahui persyaratan utama untuk pakan udang adalah <em>water stability </em>(WS), yaitu ketanahan bentuk pakan di air haruslah baik serta pakan tidak mudah <em>leaching </em>(luruh) di dalam air.  Yang ingin kami tanyakan adalah apakah ada bahan <em>additive</em> yang efektif dapat memperbaiki performa pelet agar lebih kompak dan padat serta mempunyai WS yang bagus ? Terimakasih.</p><p><strong>Jawaban :</strong></p><p>Sebelumnya kami mengucapkan banyak terima kasih atas pertanyaan yang Bapak tujukan kepada kami. Kami setuju dengan Bapak, bahwa ketahanan bentuk pelet di dalam air dan minimalnya peluruhan partikel pakan merupakan persyaratan utama dari layaknya pakan udang.  Kestabilan bentuk pelet di dalam air atau yang lebih dikenal dengan <em>water stability feed</em> (WS), merupakan faktor penting dalam menentukan efisiensi pakan. Minimalnya peluruhan pakan dalam air akan berdampak kepada pakan terserap maksimal oleh hewan target dan meminimalisir kerusakan air karena timbunan bahan organik dari pakan. Pakan yang tahan dalam air yang hanya mengalami sedikit perubahan kualitas dan kuantitas adalah pakan yang mempunyai persyaratan fisik yang baik. Untuk mencapai keadaan ini dianjurkan agar pakan udang secara fisik masih tetap utuh kira-kira selama tiga jam berada di dalam air.</p><p>Salah satu uji daya tahan pakan dalam air adalah dapat dilakukan dengan merendam pelet dalam air dan dihitung berapa lama pelet tersebut tahan dalam air sampai hancur.  Semakin lama pelet tersebut bertahan, maka semakin baik pula kualitas pelet tersebut.</p><p>Selain dari faktor kekerasan pelet, daya tahan pelet dalam air dapat disiasati dengan beberapa cara, antara lain yaitu dengan mempergunakan perekat, lama pengeringan yang optimal dan merata serta memperbesar ukuran pelet seoptimal mungkin, dalam hal ini tidak memungkinkan untuk pakan udang, karena ukuran pelet menyesuaikan dengan ukuran udang/kebutuhan udang.</p><p>Pelet umumnya dibuat dari campuran beberapa macam bahan pakan dan umumnya kemudian ditambahkan perekat baik alami maupun kimiawi. Salah satu bahan perekat adalah kanji yang berasal dari tepung tapioka.  <em>Problem</em>nya adalah penambahan bahan perekat alami, akan mengurangi kandungan nutrisi pellet, karena porsi yang digunakan perekat alami cukup besar agar bisa berdampak sebagai perekat pakan. Sehingga penggunaan bahan perekat yang bersifat sebagai aditif/kimiawi merupakan solusi efektif dalam hal ini.</p><p>Tahapan proses produksi yaitu proses <em>grinding</em> dalam menghaluskan partikel bahan sangat membantu dalam membentuk kualitas pelet yang baik. Pada dasarnya semakin halus bahan baku yang digunakan untuk menyusun pakan, bentuk fisiknya akan semakin baik pula. Proses perekatan pada <em>pelleting</em> pakan utamanya dimulai dari proses pemanasan di-<em>conditioning</em> yaitu tekanan panas uap air “<em>steam</em>” masuk ke dalam pori pati yang mengakibatkan terjadinya gelatinasi pati (pembengkakan granula pati) dalam proses tersebut granula pati yang pecah mengikat partikel bahan lain sehingga pada pencetakan pelet terbentuk fisik yang padat dan kompak. Gelatinasi tidak terjadi pada fraksi serat, minyak dan mineral bahkan jenis bahan tersebut jika berlebih dapat mengurangi daya gelatinasi. Oleh karena itu, perlu ditambahkan bahan yang bersifat perekat-<em>binding</em> yang aktif hanya melalui reaksi dengan <em>moisture</em> tanpa proses gelatinasi. PMC (<em>Polimethylol carbamide</em>) sebagai <em>binding agent</em> perlu ditambahan dalam pakan, sebagai pengikat PMC yang tidak mengurangi porsi nutrisi dalam pakan, dikarenakan PMC bersifat sebagai aditif dengan dosis pemakaian rendah dan harga yang lebih ekonomis.  Penambahan sebagai <em>additive</em> pada pakan dilaporkan mampu memberikan efek <em>binding</em> yang kuat (<em>excellent binding)</em>, yaitu mengompakkan pakan dengan tekstur yang sulit kompak sekalipun karena adanya kandungan serat dan lemak yang relatif tinggi pada pakan. </p><p>Dengan penambahan PMC merupakan solusi yang sangat tepat dalam mengurangi debu selama <em>handling</em> pakan sampai pakan dimakan oleh udang, meningkatkan WS pakan dan menjaga nutrisi tidak hilang selama di dalam air.  Sehingga permasalahan sulitnya pencapaian WS dan tingginya <em>leaching </em>(peluruhan pakan) di dalam air   akan dapat teratasi dengan baik.</p><p>Selain itu PMC juga bersifat kompatibel dengan bahan nutrisi dan tidak mempengaruhi palatabilitas pakan seperti <em>binder-binder</em> kimia pakan lainnya yang seringkali mereduksi palatabilitas pakan.  Pengaplikasian PMC dalam pakan tidak menimbulkan  residu, tidak beracun dan ramah lingkungan.  PMC tidak akan diserap selama proses pencernaan dan dapat terdegradasi secara berlahan pada saat terpapar di lingkungan.</p><p>Adapun dosis pemakaian PMC pada pakan udang disarankan dalam kisaran 4 – 6 kg per ton pakan (<em>inclusion</em>) tergantung kadar bahan utamanya pakan tersebut. Untuk aplikasi penggunaan dan mekanisme proses produksi yang tepat dengan penambahan pellet <em>binder</em> PMC, Bapak bisa menghubungi Tim Fenanza di lapangan.  Besar harapan kami dengan pemakaian PMC ini, permasalahan Bapak dapat segera teratasi dengan baik dan pakan udang yang bapak produksi mempunyai peforma yang baik serta unggul di lapangan.  Salam. (D)</p><p>(Trobos &#8211; Februari, 2019) </p>								</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Suplementasi Premix yang Tepat Sebagai Solusi Permasalahan Kerabang Telur</title>
		<link>https://fenanza.id/id_id/suplementasi-premix-yang-tepat-sebagai-solusi-permasalahan-kerabang-telur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Dec 2021 15:14:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Dialog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://fenanza.id/?p=743</guid>

					<description><![CDATA[Pertanyaan: Saya senang berlangganan majalah Trobos karena isinya sangat bermutu untuk dunia peternakan khususnya rubrik konsultasi ternak yang diasuh oleh Fenanza banyak memberikan pengetahuan peternakan praktis. Saya memiliki peternakan ayam petelur di Blitar, kami mencampur ransum pakan sendiri (self-mixing) sejak  mulai beternak dan alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan. Akan tetapi sejak awal tahun ini kami mengalami [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="743" class="elementor elementor-743">
						<section class="elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-9cd9b96 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default" data-id="9cd9b96" data-element_type="section">
						<div class="elementor-container elementor-column-gap-default">
					<div class="elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-b877bcf" data-id="b877bcf" data-element_type="column">
			<div class="elementor-widget-wrap elementor-element-populated">
						<div class="elementor-element elementor-element-a7a98bd elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="a7a98bd" data-element_type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p><strong>Pertanyaan:</strong></p><p>Saya senang berlangganan majalah Trobos karena isinya sangat bermutu untuk dunia peternakan khususnya rubrik konsultasi ternak yang diasuh oleh Fenanza banyak memberikan pengetahuan peternakan praktis.</p><p>Saya memiliki peternakan ayam petelur di Blitar, kami mencampur ransum pakan sendiri (<em>self-mixing</em>) sejak  mulai beternak dan alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan. Akan tetapi sejak awal tahun ini kami mengalami masalah pada kerabang telur ayam yang menipis bahkan beberapa ada yang ‘bentes’ (kerabang telur putih dan lembek). Kira-kira apa penyebabnya dan apa yang dapat kami lakukan agar supaya kerabang telur menjadi normal kembali dan berkualitas? Terimakasih</p><p>(<strong>Bapak Indra – Blitar</strong>)</p><p><strong>Jawab:</strong></p><p>Sebelumnya kami mengucapkan terimakasih atas pertanyaan yang bapak tujukan kepada kami. Sebagaimana kita ketahui, kerabang telur adalah keramik biopori yang dihasilkan dari salah satu proses mineralisasi, yang sebagian besar (40-60%) tersusun atas kalsium. Selama bertelur, ayam membutuhkan lebih banyak kalsium (Ca) yaitu sekitar 15 – 18 kali dari kebutuhan normal, sedangkan Ca yang tersedia dalam oviduk tidak cukup, sehingga pada saat pembentukan kerabang telur sebagian besar  Ca diserap dari Ca bebas yang terdapat dalam plasma darah.  Jika sediaan Ca di dalam tubuh ayam tidak tercukupi, maka hal ini dapat berakibat pada  kerabang telur ayam yang menjadi lebih putih dan lembek.</p><p>Untuk mengatasi kekurangan Ca, secara sederhana dapat dilakukan dengan penambahan <em>grit</em> (tepung kulit kerang) dalam ransum karena <em>Grit</em> merupakan sumber kalsium yang baik. Namun akhir-akhir ini para peternak selalu memberikan tambahan Premix untuk memenuhi kebutuhan dasar Ca. Akan tetapi selama pemberian premix,  perlu diperhatikan komposisi <em>premix</em> yang digunakan, apakah kandungan kalsium yang ditambahkan tercukupi untuk pembentukkan kerabang telur yang kuat dan berwarna coklat terang. Pastikan juga  bahwa asupan nutrisi cukup (terutama kalsium dan vitamin D3). Penyerapan Ca dalam usus diketahui langsung dibawah kendali <em>cholecalciferol </em>atau vitamin D3.  Oleh sebab itu harus hati-hati dan seksama dalam memilih premix yang digunakan terutama dalam mencampur <em>premix</em> kedalam ransum harus dilakukan secara tepat sehingga dapat tercampur merata dan ikuti petunjuk penggunaannya.</p><p><strong>Fenanza </strong>melalui divisi researchnya telah menemukan satu formula premix khusus buat layer yaitu<strong> FenanzaMix Layer, </strong>yang merupakan <em>premix</em> multivitamin &amp; mineral (organik, anorganik) yang mengandung vitamin dan mineral pilihan dengan tingkat <strong>kecernaan tinggi</strong>, produk ini didesain khusus untuk meningkatkan peforma dan produktifitas <em>layer.</em><strong>FenanzaMix Layer</strong> juga diperkaya dengan bahan pelengkap lainnya, seperti : ekstrak herbal untuk <strong><em>blocking stress</em></strong> dan <em>yeast</em> aktif untuk mengoptimalkan kerja enzim pencernaan. Sehingga dengan menggunakan FenanzaMIx Layer secara teratur, dapat menghasilkan kualitas telur yang optimal, <strong>kerabang telur</strong> <strong>tebal dan kuat</strong> serta kuning telur dengan tingkat warna kuning telur yang baik.</p><p>Beberapa  keunggulan  <em>premix</em>  <strong>FenanzaMix Layer</strong> yang membedakannya dengan premix lainnya antara lain:</p><ul><li>Kombinasi vitamin ADEK yang baik dan seimbang sesuai kebutuhan</li><li>Kandungan vitamin D3 yang tinggi sebagai <em>precursor</em>(bahan) mineral Ca &amp; P untuk meningkatkan kualitas kerabang telur pada fase produksi</li><li>Vitamin B kompleks yang lengkap untuk nafsu makan</li><li>Kadar mineral mikro lengkap &amp; seimbang termasuk mineral <strong><em>manganese </em></strong>untuk kerapatan kerabang telur (telur <strong>tidak</strong><strong><em>Bentes</em></strong>)</li><li>Kombinasi mineral organik dan anorganik untuk daya serap mineral yang lebih tinggi, minimalisasi toksisitas dan antagonisme antar mineral</li><li>Ekstrak herbal sebagai <strong><em>blocking stress</em></strong>, sehingga produksi dan nafsu makan tetap baik dalam kondisi cekaman lingkungan/<em>stress</em></li><li>Penambahan probiotik <em>yeast</em>aktif yang dikombinasikan dengan enzim pencernaan protease, amilase dan selulase.</li></ul><p> </p><p>Kami berharap dengan pengaplikasian <strong>FenanzaMix Layer </strong>yang tepat serta penggunaan raw material makro yang berkualitas  dapat menyelesaikan  permasalahan kerabang telur yang tipis dan putih dimana akhirnya produksi telur  akan dapat meningkat dengan kualitas yang baik. Untuk lebih jelasnya informasi serta dosis mengenai<strong>FenanzaMix Layer</strong>, bapak bisa menghubungi tim Fenanza kami di lapangan. Selamat beternak. Salam (D).</p><p>(Trobos &#8211; Maret, 2019) </p>								</div>
				</div>
					</div>
		</div>
					</div>
		</section>
				</div>
		]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
