{"id":739,"date":"2021-12-28T22:04:57","date_gmt":"2021-12-28T15:04:57","guid":{"rendered":"https:\/\/fenanza.id\/?p=739"},"modified":"2021-12-28T22:05:44","modified_gmt":"2021-12-28T15:05:44","slug":"essential-oil-penambah-nafsu-makan-hewan-ternak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fenanza.id\/en_US\/essential-oil-penambah-nafsu-makan-hewan-ternak\/","title":{"rendered":"Essential Oil Penambah Nafsu Makan Hewan Ternak"},"content":{"rendered":"<style><\/style>\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"739\" class=\"elementor elementor-739\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-9cd9b96 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"9cd9b96\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-b877bcf\" data-id=\"b877bcf\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-a7a98bd elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"a7a98bd\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><strong>Pertanyaan:<\/strong><\/p><p>Sebagai peternak ayam\u00a0<em>layer<\/em>, perubahan cuaca yang ekstrim merupakan \u201cmomok\u201d yang menakutkan karena biasanya pasti akan berdampak pada peternakan,\u00a0\u00a0salah satu masalah yang sering kami hadapi pada saat seperti ini adalah kurangnya berat\u00a0\u00a0ideal ayam\u00a0<em>layer<\/em>\u00a0khususnya pada fase\u00a0<em>starter<\/em>\u00a0sehingga mempengaruhi pertumbuhan pada fase-fase selanjutnya. Tentu saja hal ini dapat menyebabkan semakin banyak pengeluaran yang harus kami keluarkan untuk mencapai bobot badan ideal.\u00a0\u00a0\u00a0Agar hal ini tidak terus berulang, kami mencoba mencari tahu penyebabnya dengan menganalisa satu persatu tahapan beternak yang kami lakukan, dan kami mengambil kesimpulan bahwa ternyata\u00a0<em>feed intake\u00a0<\/em>pada fase\u00a0<em>starter<\/em>\u00a0yang kami lakukan kurang optimal, terutama yang berhubungan dengan nasfsu makan.\u00a0\u00a0Oleh sebab itu, kami mohon masukan apa yang sebaiknya kami lakukan agar peternakan kami bisa memberikan hasil yang sesuai dengan yang kami inginkan.\u00a0\u00a0Terima kasih.<\/p><p>(Purwanto &#8211; Blitar)<\/p><p><strong>Jawab:<\/strong><\/p><p>Dear Bapak Purwanto,<\/p><p>Terima kasih atas pertanyaan yang diberikan.\u00a0\u00a0Terus terang membaca surat Bapak yang panjang, kami sangat salut pada kegigihan Bapak untuk menganalisa tahap demi tahap hal-hal yang telah dilakukan dalam beternak hingga bisa menyimpulkan penyebab terjadinya masalah pada peternakan Bapak.<\/p><p>\u00a0<\/p><p>Tentunya kita setuju bahwa fase\u00a0<em>starter<\/em>\u00a0dimulai pada saat DOC datang hingga umur enam minggu.\u00a0\u00a0Dimana pada fase ini juga sering disebut sebagai fase\u00a0<em>brooding<\/em>\u00a0karena masih menggunakan alat pemanas. Fase ini juga sangat rentan terhadap stres yang terutama disebabkan oleh perubahan lingkungan.<\/p><p>Pakan sebagai salah satu faktor yang dibutuhkan dalam pertumbuhan ayam\u00a0<em>layer<\/em>\u00a0biasanya dibuat dengan memperhatikan kebutuhan hidup ayam dan kandungan nutrisi yang terkandung dalam bahan pakan, jumlah dan kandungan zat-zat pakan yang diperlukan hewan ternak harus memadai agar pertumbuhan dan produksinya dapat maksimal. Konsumsi pakan juga dipengaruhi oleh ukuran dan jenis ayam, temperatur lingkungan, tahap produksi, serta energi yang terkandung dalam pakan sehingga produktivitas akan tercapai secara efisien apabila pakan yang diberikan mencukupi kebutuhan ayam sesuai dengan umur dan tatalaksana pemeliharaan.\u00a0\u00a0Pemberian pakan pada ayam\u00a0<em>starter<\/em>\u00a0harus disesuaikan dengan berat badan standar dari jenis ayam tersebut, dimana biasanya untuk mencapai berat badan yang diinginkan, pakan diberikan sesering mungkin agar dapat merangsang nafsu makan ayam (terutama untuk\u00a0<em>strain<\/em>\u00a0ayam yang cenderung sulit mencapai bobot badan yang diinginkan). Namun sebaliknya, untuk ayam yang cenderung mudah mencapai berat badan harus dilakukan pembatasan pemberian pakan agar tidak terlalu gemuk.\u00a0\u00a0<\/p><p>Untuk kasus nafsu makan pada ayam\u00a0<em>layer<\/em>\u00a0fase\u00a0<em>starter<\/em>\u00a0yang berkurang dapat kami jelaskan bahwa kebiasaan pola makan hewan ternak sangat dipengaruhi oleh banyak hal, terutama indra penciuman dan indra pengecap. Senyawa aroma dan rasa dari pakan akan diterima dan disimpan dengan baik di dalam pusat otak yaitu hipotalamus. Sistem pusat otak tersebut bertanggung jawab terhadap 3 mekanisme penting, yaitu pengaturan nafsu makan, tingkat kekenyangan, dan respon stres.\u00a0\u00a0Rasa lapar akan timbul apabila energi di dalam tubuh menurun kemudian akan mengirimkan sinyal ke pusat otak untuk memacu nafsu makan. Setelah energi di dalam tubuh terpenuhi maka otak akan mengirimkan sinyal sebaliknya untuk menurunkan tingkat nafsu makan, sehingga konsumsi pakan akan berkurang.<\/p><p><strong>OPTIFEED POULTRY<\/strong><em>\u00a0merupakan feed additives berbahan alami yang dihasilkan\u00a0\u00a0melalui teknologi tinggi\u00a0\u00a0sebagai hasil kombinasi D-Limonene, vanillin dan dextrose diproduksi oleh LABORATORIES PHODE, PRANCIS.\u00a0<\/em>Mengandung\u00a0<em>essential oil\u00a0<\/em>sebagai salah satu\u00a0\u00a0esens herbal yang saat ini menjadi buah bibir di kalangan peternak karena\u00a0\u00a0sangat digemari oleh hewan ternak. Produk ini bekerja cepat sesaat setelah diaplikasikan melalui pakan dengan dosis 0,5 kg per ton pakan untuk menekan respon stres terhadap pusat otak (hipotalamus), sehingga hewan ternak mampu beradaptasi dengan lingkungannya\u00a0\u00a0secara baik.<\/p><p>Molekul-molekul volatil dari\u00a0<em>essential oil<\/em>\u00a0tersebut dapat diterima secara efektif melalui 2 reseptor utama yaitu melalui indra penciuman dan perasa yang secara cepat dikrim ke\u00a0<strong><em>hipotalamus.<\/em><\/strong>\u00a0Molekul-molekul tersebut akan membentuk ikatan dan memblokade sinyal respon stres pada syaraf yang dikirimkan ke otak, sehingga\u00a0<strong>Optifeed Poultry<\/strong>\u00a0dikenal sebagai produk terkini berfungsi untuk memblok respon stres di dalam pusat otak hewan ternak atau dengan kata yang dapat dipahami bahwa walaupun hewan dalam keadaan stres akan tetapi jika diberikan\u00a0\u00a0<strong>Optifeed Poultry<\/strong>\u00a0maka hewan akan masih memiliki nafsu makan.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<strong>OPTIFEED POULTRY\u00a0<\/strong>memiliki peranan penting sebagai pemacu nafsu makan secara\u00a0<strong>signifikan<\/strong>, oleh karena itu, sangat cocok diberikan pada fase-fase krusial seperti pada fase\u00a0<em>starter<\/em>.\u00a0<\/p><p>Demikian penjelasan singkat yang dapat kami berikan semoga bermanfaat. Apabila Bapak membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai hal ini dapat langsung menghubungi kami melalui redaksi majalah TROBOS, dan dengan senang hati kami akan senantiasa membantu.\u00a0\u00a0Salam (D).<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertanyaan: Sebagai peternak ayam\u00a0layer, perubahan cuaca yang ekstrim merupakan \u201cmomok\u201d yang menakutkan karena biasanya pasti akan berdampak pada peternakan,\u00a0\u00a0salah satu masalah yang sering kami hadapi pada saat seperti ini adalah kurangnya berat\u00a0\u00a0ideal ayam\u00a0layer\u00a0khususnya pada fase\u00a0starter\u00a0sehingga mempengaruhi pertumbuhan pada fase-fase selanjutnya. Tentu saja hal ini dapat menyebabkan semakin banyak pengeluaran yang harus kami keluarkan untuk mencapai [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":768,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-739","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-dialog"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/en_US\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/739","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/en_US\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/en_US\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/en_US\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/en_US\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=739"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fenanza.id\/en_US\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/739\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/en_US\/wp-json\/wp\/v2\/media\/768"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fenanza.id\/en_US\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/en_US\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fenanza.id\/en_US\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}